Pojok NTB – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB memperketat pengawasan harga dan distribusi kebutuhan pokok untuk mengantisipasi kelangkaan serta penimbunan, terlebih di tengah kondisi bencana dan menjelang perayaan Maulid.
Kepala Disperindag NTB, Lalu Wiranata, mengatakan pengawasan dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi maupun kabupaten/kota.
“Harus berkelanjutan diawasi,” kata Wiranata.
Selain pengawasan harga, Disperindag juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk mencegah adanya penimbunan barang. Hingga saat ini, Wiranata menyebut belum menemukan adanya indikasi penimbunan.
Namun, kondisi bencana membuat pengawasan diperketat. Terlebih kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dan logistik diperkirakan meningkat.
Disperindag juga berkoordinasi dengan mitra Bulog yang tersebar di pasar hingga desa, khususnya di wilayah Bima dan Dompu yang menjadi salah satu titik pengiriman logistik.
“Pengawasan kita ketatkan lagi, sambil pengaduan kita akan buka terus. Dumas-dumas kita buka terus, pengaduan masyarakat,” ujarnya.
Selain pengawasan, Disperindag NTB juga menyiapkan pasar murah serentak di seluruh kabupaten/kota pada 21-22 Agustus.
Pasar murah tersebut akan digelar di satu titik pada masing-masing kabupaten/kota sebagai kegiatan simbolis, kemudian diikuti pasar-pasar lainnya.
Komoditas yang menjadi fokus utama adalah sembako dan LPG. Disperindag juga menggandeng Pertamina dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Komoditasnya sembako, ditambah dengan gas. Karena kami ikut libatkan Pertamina,” jelas Wiranata.
Terkait kemungkinan penambahan stok LPG menjelang Maulid, Wiranata mengaku belum mendapatkan informasi terbaru mengenai hal tersebut. Menurutnya, pihak yang lebih mengetahui ketersediaan stok adalah bagian yang menangani pasokan, sementara Disperindag fokus pada aspek distribusi dan peredaran.
Dengan langkah tersebut, Disperindag berharap kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan harga tetap terkendali, sekaligus mencegah praktik penimbunan di tengah meningkatnya kebutuhan akibat bencana dan momentum Maulid.












