Pojok NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal meminta masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa, tidak panik menyikapi gempa bumi yang terjadi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Iqbal menegaskan, gempa di Flores tidak otomatis akan menyebabkan gempa di NTB maupun Bali. Hal itu disampaikan setelah dirinya berkoordinasi dengan BMKG dan sejumlah ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB).
“Tidak dengan sendirinya kalau terjadi di Flores, terjadi di sini. Jadi tidak perlu panik, tenang,” kata Iqbal.
Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Pemprov NTB juga akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh bupati dan wali kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Menurut Iqbal, NTB dan Flores berada dalam sistem tektonik yang sama, namun bukan berarti gempa di satu wilayah otomatis merambat ke wilayah lainnya.
Di tengah imbauan agar masyarakat tetap tenang, Pemprov NTB juga terus mempersiapkan bantuan untuk korban gempa di Flores.
Tim bantuan ditargetkan mulai bergerak menuju NTT paling lambat besok sore. Tim tersebut akan dipimpin Kepala BPBD NTB bersama Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Pemprov NTB juga menggandeng komunitas masyarakat NTT yang tergabung dalam Flobamora NTB. Mereka akan menyiapkan relawan yang memahami kondisi dan medan di wilayah terdampak.
“Karena mereka paham medan di sana, untuk bersama kita berangkat ke sana,” ujarnya.
Iqbal menyebut informasi sementara yang diterima dari aparat di lokasi menunjukkan kondisi kerusakan cukup parah, dengan sekitar 80–90 persen bangunan dilaporkan runtuh di wilayah terdampak.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Pemprov NTB akan memanfaatkan cadangan pangan yang tersedia di Bima. Koordinasi dengan Bulog juga telah dilakukan dan persiapan bantuan pangan mulai berjalan.
Selain itu, Pemprov NTB telah mengalokasikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sebagai bentuk solidaritas. Nilainya diperkirakan maksimal sekitar Rp1 miliar, meski angka final masih akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
“Enggak sampai Rp2 miliar, paling banyak Rp1 miliar,” jelas Iqbal.
Pemprov NTB juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin membantu. Bantuan berupa uang dinilai lebih efektif karena dapat digunakan untuk membeli kebutuhan logistik di wilayah yang lebih dekat dengan lokasi bencana.
Iqbal kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial terkait isu gempa Flores yang disebut akan “menyusul” ke NTB dan Bali.
Ia meminta media turut membantu memberikan informasi yang menenangkan masyarakat sekaligus mendorong kesiapsiagaan.
“Yang penting sekarang adalah masyarakat, terutama di Pulau Sumbawa, tidak perlu panik dengan kejadian ini. Tidak perlu panik, tapi yang pasti kita sebagai daerah yang rentan terhadap gempa harus meningkatkan kesiapsiagaan,” tegasnya.












