NTB Kirim Bantuan Gempa Flores, 30 Kendaraan Dikerahkan

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat membantu korban gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam waktu kurang dari 24 jam, berbagai perangkat dan logistik bantuan disiapkan untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, pelepasan bantuan tersebut sekaligus menjadi uji kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam tim kita sudah siap. Artinya, bukan saja kita siap untuk membantu saudara kita di NTT, tetapi kita punya kesiapsiagaan yang prima untuk kita sendiri,” kata Iqbal saat pelepasan bantuan.

Hampir 30 kendaraan dikerahkan dalam misi kemanusiaan tersebut. Sebagian kendaraan logistik telah disiagakan di Bima untuk memudahkan distribusi bantuan menuju NTT.

Menurut Iqbal, sebagian besar kebutuhan logistik permakanan dibeli dari Bima. Sementara bantuan yang dibawa dari Pulau Lombok antara lain merupakan sumbangan dari Universitas Mataram (Unram) serta obat-obatan dari rumah sakit.

Bantuan tersebut juga akan diperkuat tim dari Provinsi Bali yang akan bergabung di Bima sebelum bersama-sama menuju lokasi terdampak.

“Kita masih komunikasi terus. Sampai saat ini masih kemungkinan akan ke dua posko, yaitu di Ende dan Labuan Bajo,” ujarnya.

Labuan Bajo nantinya diproyeksikan menjadi salah satu titik koordinasi untuk penanganan wilayah Manggarai dan sekitarnya. Iqbal menyebut wilayah Manggarai bagian utara menjadi salah satu daerah dengan jumlah korban dan pengungsi yang cukup banyak.

Fokus Penanganan Sepekan Pertama

Iqbal menegaskan, kehadiran tim NTB di lokasi bencana diutamakan pada sepekan pertama, saat kebutuhan bantuan dan pertolongan sangat mendesak.

Selain bantuan logistik dan obat-obatan, NTB juga mengirimkan tim kesehatan serta tim trauma healing, khususnya untuk membantu anak-anak dan masyarakat yang mengalami trauma akibat bencana.

“Dalam situasi seperti ini, trauma itu pasti, terutama kepada masyarakat dan anak-anak. Karena itu kita kirimkan tim untuk trauma healing,” jelasnya.

Pemprov NTB juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk mendukung misi kemanusiaan tersebut. Sebanyak Rp500 juta dialokasikan untuk operasional dan Rp500 juta untuk kebutuhan logistik.

Iqbal menambahkan, kebutuhan bantuan juga diperkuat dari berbagai pihak, termasuk Baznas serta komunitas Flobamora di NTB yang turut menggalang dukungan untuk masyarakat Flores.

“Yang paling penting adalah seminggu pertama ini. Kita ingin hadir memberikan bantuan dan pertolongan,” tegasnya.

Langkah cepat NTB ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas antardaerah, tetapi juga menunjukkan kesiapan daerah dalam merespons situasi darurat ketika bencana terjadi.