SDN 4 Mekarsari Belum Tersentuh Program MBG, Guru Berharap Siswa Segera Mendapatkan Hak yang Sama

Pojok NTB– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dinikmati sejumlah sekolah di berbagai wilayah ternyata belum menyentuh siswa di SDN 4 Mekarsari, Kabupaten Lombok Barat. Hingga saat ini, puluhan siswa di sekolah tersebut masih menunggu kepastian kapan program tersebut dapat mereka rasakan.

Guru SDN 4 Mekarsari, Nurjanah, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah beberapa kali berkoordinasi dan menerima kunjungan dari perwakilan penyelenggara program. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas.

“Memang pernah ada pihak yang datang menanyakan jumlah siswa dan beberapa data lainnya, tetapi setelah itu belum ada kabar lagi sampai sekarang,” ujarnya.

Menurut Nurjanah, lokasi sekolah yang berada di daerah perbukitan dengan akses jalan yang terbatas diduga menjadi salah satu kendala distribusi program MBG ke sekolah tersebut. Meski demikian, ia berharap kondisi tersebut tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan para siswa.

“Harapan kami sederhana, kami ingin mendapatkan apa yang juga diterima sekolah-sekolah lain. Anak-anak di sini sangat layak mendapatkan program MBG,” katanya.

SDN 4 Mekarsari sendiri memiliki total 43 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang sederhana, sehingga bantuan makanan bergizi dinilai akan memberikan manfaat besar bagi tumbuh kembang mereka.

Nurjanah bahkan menilai para siswa di sekolahnya justru lebih membutuhkan program tersebut dibandingkan beberapa sekolah lain yang telah lebih dahulu menerima manfaat MBG.

“Kalau melihat kondisi keseharian dan latar belakang keluarga anak-anak di sini, mereka sangat cocok dan sangat layak mendapatkan bantuan makan bergizi gratis,” ungkapnya.

Ketiadaan program MBG juga kerap menimbulkan pertanyaan dari para siswa. Anak-anak, kata Nurjanah, sering menanyakan mengapa sekolah mereka belum mendapatkan bantuan yang sama seperti sekolah lain.

“Sering mereka bertanya, kenapa kita belum dapat. Kami hanya bisa menjawab bahwa suatu saat nanti pasti akan mendapatkannya,” tuturnya.

Pihak sekolah berharap pemerintah dan penyelenggara program dapat segera memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah di wilayah terpencil agar seluruh siswa memperoleh hak yang sama tanpa terkendala akses geografis.

“Cuma itu harapan kami. Anak-anak di sini juga berhak mendapatkan makanan bergizi gratis seperti siswa lainnya,” pungkas Nurjanah.