Warga NTB Masih Lupa Bayar Pajak, Bapenda Perkuat Edukasi

Pojok NTB — Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menghadapi tantangan, terutama karena faktor lupa dan kurangnya pemahaman. Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Badan (Sekban) Bapenda Provinsi NTB, M. Zuhudy Kadran.

Ia menjelaskan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami kewajiban pajak kendaraan. Sebagian besar hanya fokus pada cicilan kendaraan tanpa menyadari adanya kewajiban pajak tahunan.

“Kadang-kadang masyarakat tidak membayar pajak karena lupa. Ada juga yang tidak tahu kalau dia harus bayar pajak, dia tahunya hanya bayar cicilan motor saja,” ujar M. Zuhudy Kadran, Sekban Bapenda Provinsi NTB.

Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Oleh karena itu, Bapenda terus melakukan berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk memanfaatkan teknologi digital.

Ia menambahkan bahwa edukasi pajak tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang berkelanjutan.

“Dengan itu, kami terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui sistem berbasis teknologi, walaupun ini membutuhkan proses,” jelasnya.

Selain itu, Bapenda NTB juga telah menghadirkan berbagai layanan pengingat seperti SMS dan WhatsApp blast untuk membantu masyarakat agar tidak lupa membayar pajak.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak di daerah.