Pojok NTB — Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi NTB terus berinovasi dalam mempermudah layanan pembayaran pajak kendaraan. Salah satu terobosan terbaru adalah pengembangan sistem pembayaran menggunakan virtual account.
Sekretaris Badan (Sekban) Bapenda NTB, M. Zuhudy Kadran, mengatakan bahwa inovasi ini hadir sebagai solusi atas berbagai kendala yang sering dihadapi masyarakat, seperti antrean panjang dan kemacetan saat pembayaran pajak.
“Kami mencoba cara lain, salah satunya virtual account untuk memudahkan. Jadi masyarakat bisa membayar dari bank mana saja dan langsung masuk ke kas daerah,” ujar M. Zuhudy Kadran, Sekban Bapenda Provinsi NTB.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya, dalam kondisi tertentu, petugas bahkan membantu pembayaran menggunakan rekening pribadi karena keterbatasan akses masyarakat ke bank tertentu. Namun hal ini menimbulkan temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Kadang petugas kami menggunakan rekening pribadi untuk membantu wajib pajak. Tapi ini dianggap sebagai rekening penampungan, sehingga sekarang kami benahi agar sesuai ketentuan,” jelasnya.
Selain virtual account, Bapenda juga menggandeng pemerintah kabupaten/kota dalam upaya penagihan pajak melalui skema dana sinergitas sebesar 2 persen yang dikelola daerah.
Langkah ini dinilai efektif untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat serta meningkatkan capaian pendapatan daerah dari sektor pajak kendaraan.












