Pojok NTB – Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di sejumlah wilayah Timur Tengah, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Perwakilan RI setempat menyiagakan nomor telepon protokoler bagi Warga Negara Indonesia (WNI), khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan respons cepat apabila terjadi situasi darurat yang membutuhkan pendampingan maupun evakuasi. Jaringan komunikasi ini diharapkan dapat segera disebarluaskan kepada para PMI agar memudahkan koordinasi selama masa krisis.
Berikut daftar kontak protokoler Perwakilan RI di Timur Tengah yang dapat dihubungi:
- Abu Dhabi: Nurul Dewi – +971 54 232 4360
- Dubai: Ferdien – +971 56 100 5843
- Riyadh: Faiz Nugroho – +966 53 603 4814
- Jeddah: Abi – +966 57 353 7553
- Beirut: Andri Noviansyah – +963 934 823 449
- Muscat: Cintantya – +968 7997 5976
- Baghdad: Pak Abe – +62 821 1181 0697
- Doha: Arum Primasty – +974 7123 3666
- Manama: Mulyadi – +973 3361 1193
- Damaskus: Agus Cahyono Rasyid – +963 965 769 803
- Kuwait: Desthy Umayyah – +965 9731 3783
- Amman: Nur Ibrahim – +962 7 9384 9999
Pemerintah Indonesia melalui perwakilan diplomatiknya mengimbau seluruh WNI untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat dan KBRI.
Masyarakat juga diminta untuk aktif membagikan informasi ini kepada keluarga, kerabat, dan jaringan PMI lainnya agar perlindungan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi di tengah situasi yang berkembang.












