Pojok NTB – Realisasi investasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Triwulan I tahun 2026 menunjukkan kinerja yang sangat positif. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, total investasi yang masuk mencapai Rp18,06 triliun atau sekitar 27,86 persen dari target investasi tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp64,83 triliun
Capaian tersebut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 40,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total investasi yang terealisasi, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp15,91 triliun atau 88,08 persen dari total investasi. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp2,15 triliun atau 11,92 persen. Kinerja PMDN tumbuh 54 persen secara tahunan, sedangkan PMA mengalami penurunan sekitar 14 persen dibandingkan Triwulan I 2025.
Kabupaten Sumbawa Barat menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di NTB dengan nilai mencapai Rp14,21 triliun. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp2,05 triliun dan Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp373,52 miliar. Ketiga daerah tersebut menjadi motor utama pertumbuhan investasi di NTB pada awal tahun ini.
Berdasarkan sektor usaha, investasi masih didominasi sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyumbang Rp13,88 triliun atau sekitar 76,9 persen dari total investasi. Sektor perindustrian berada di posisi kedua dengan nilai Rp1,71 triliun, disusul sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebesar Rp1,17 triliun. Sektor perdagangan dan kelautan-perikanan juga mencatat kontribusi yang cukup besar masing-masing sebesar Rp369,2 miliar dan Rp320,3 miliar.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, investasi yang masuk juga berdampak pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang Triwulan I 2026, investasi di NTB berhasil menyerap 6.614 tenaga kerja yang terdiri dari 6.553 tenaga kerja Indonesia dan 61 tenaga kerja asing. Kabupaten Lombok Utara menjadi daerah dengan penyerapan tenaga kerja tertinggi sebanyak 1.265 orang, diikuti Lombok Tengah sebanyak 1.137 orang dan Sumbawa Barat sebanyak 1.143 orang.
Sementara itu, berdasarkan negara asal investasi asing, kelompok negara gabungan menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp1,62 triliun. Australia dan Belanda berada di posisi berikutnya dengan masing-masing investasi sebesar Rp93,45 miliar dan Rp90,53 miliar.
Capaian positif pada Triwulan I ini menjadi sinyal kuat bahwa iklim investasi di NTB semakin kompetitif dan menarik bagi investor. Dengan potensi besar di sektor energi, industri, pariwisata, serta dukungan kebijakan pemerintah daerah, NTB optimistis mampu mencapai target investasi hingga akhir tahun 2026.












