37 Kursi Kepala Sekolah Kosong, NTB Lakukan Seleksi Ketat dan Transparan

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB mencatat terdapat 37 jabatan kepala sekolah yang kosong di tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri. Untuk mengisi kekosongan tersebut, Pemprov NTB menggelar seleksi terbuka yang dijamin transparan, adil, dan profesional.

Plt Kadis Dikpora NTB, Surya Bahari, mengatakan seleksi kali ini tidak sekadar mengisi jabatan kosong, tetapi juga sebagai langkah pembenahan sistem tata kelola pendidikan.

“Yang kosong memang 37, tapi bukan berarti yang kita seleksi hanya 37 orang. Bisa saja kita ambil sampai 100 peserta terbaik sebagai cadangan,” ungkap Surya.

Ia menjelaskan, sistem cadangan ini penting agar ketika terjadi kekosongan mendadak—seperti kepala sekolah pensiun, sakit, atau meninggal dunia—pemerintah sudah memiliki stok calon pemimpin sekolah yang siap ditugaskan.

Lebih jauh, Surya menegaskan bahwa kepala sekolah bukanlah jabatan struktural, melainkan tugas tambahan yang diberikan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi.

“Kalau ada kepala sekolah yang tidak mampu menciptakan suasana sekolah yang kondusif, tentu akan kita evaluasi, bahkan bisa dimutasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kadiskominfotik NTB Ahsanul Khalik menekankan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari komitmen Gubernur NTB dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang sehat.

“Yang dicari bukan hanya pintar, tetapi berintegritas, bermoral, dan punya kapasitas kepemimpinan,” ujarnya.