Rakernas IHGMA di NTB: Bandung Tuan Rumah Kongres 2027, Organisasi Diperkuat

Pojok NTB – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-V Indonesia Hotel General Manager Association yang digelar di Nusa Tenggara Barat (NTB) tak sekadar menjadi ajang rutin organisasi. Forum ini justru melahirkan sejumlah keputusan strategis yang akan menentukan arah industri perhotelan nasional ke depan.

Salah satu keputusan utama adalah penetapan Bandung sebagai tuan rumah Kongres Nasional IHGMA tahun 2027. Keputusan tersebut diambil melalui voting dalam sidang pleno yang diikuti 21 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Hasilnya, 11 DPD memberikan suara kepada Bandung, unggul atas kandidat lain seperti Kalimantan Timur.

Ketua Umum IHGMA, I Gede Arya Pering Arimbawa, menegaskan bahwa Rakernas kali ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi organisasi, terutama dalam hal keanggotaan dan sistem keuangan.

Ia menjelaskan, IHGMA tengah mendorong penerapan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi dari tingkat daerah hingga pusat. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas organisasi berjalan lebih baik dan seragam di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, IHGMA juga memperluas cakupan keanggotaannya. Para profesional hotel yang sudah tidak aktif, termasuk pensiunan, tetap dirangkul untuk berkontribusi melalui pengalaman dan perspektif mereka.

“Pengalaman para senior sangat dibutuhkan sebagai arah dan panduan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Lebih jauh, IHGMA juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, mulai dari vendor hingga kalangan akademisi. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem industri perhotelan yang semakin kompetitif.

Dalam jangka panjang, organisasi ini menargetkan seluruh general manager hotel di Indonesia dapat tergabung dalam satu wadah. Tujuannya jelas: meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, sekaligus memperluas jaringan hingga ke tingkat ASEAN dan internasional.

“Ke depan, jejaring ini tidak hanya nasional, tapi juga regional bahkan global,” tambahnya.

Dari sisi kontribusi, IHGMA menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung kebijakan dan pembangunan sektor pariwisata. Peran ini dinilai semakin penting di tengah tantangan industri yang terus berkembang.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Indah Damayanti Putri, yang secara resmi membuka Rakernas, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan NTB sebagai tuan rumah.

Menurutnya, sektor perhotelan memiliki peran vital dalam mendorong pertumbuhan pariwisata daerah. Ia berharap Rakernas ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan mempercepat pemulihan serta pengembangan sektor pariwisata di NTB.

Rakernas juga mencatat sejumlah capaian internal organisasi. Dari total 28 DPD, sebanyak 21 DPD hadir dalam forum ini. Sementara itu, laporan keuangan menunjukkan total saldo kas gabungan DPD yang melapor pada 2025 mencapai Rp1,26 miliar.

Dalam ajang penghargaan, DPD Bali tampil dominan dengan meraih tiga kategori sekaligus, yakni kegiatan terbaik, jumlah peserta terbanyak, serta kolektivitas laporan terbaik dengan capaian 95 persen.

Pembukaan Rakernas berlangsung simbolis melalui pemukulan gong oleh Wakil Gubernur NTB bersama jajaran pengurus IHGMA, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata sebagai tanda sinergi antara pemerintah dan pelaku industri perhotelan.

Rakernas IHGMA V di NTB pun menjadi penegas bahwa penguatan organisasi, transparansi, dan kolaborasi adalah kunci untuk mendorong pariwisata Indonesia semakin kompetitif di kancah global.