Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus berupaya meningkatkan konektivitas transportasi udara guna mendukung sektor pariwisata dan menekan tingginya harga tiket penerbangan menuju Lombok.
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengatakan, Gubernur NTB saat ini memberikan perhatian besar terhadap persoalan konektivitas yang selama ini menjadi salah satu keluhan wisatawan maupun masyarakat.
Menurutnya, berbagai langkah diplomasi telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah penerbangan menuju NTB.
Salah satu hasil yang sudah terlihat adalah bertambahnya frekuensi penerbangan rute Lombok-Labuan Bajo yang sebelumnya hanya beroperasi satu kali dalam seminggu menjadi empat kali dalam seminggu.
“Alhamdulillah sudah ada hasil dari diplomasi yang dilakukan. Salah satunya penambahan frekuensi penerbangan Labuan Bajo yang sekarang menjadi empat kali seminggu,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga sedang mendorong penambahan penerbangan internasional, khususnya dari Malaysia menuju Lombok.
Menurut Nelly, hasil kunjungan Gubernur NTB ke Malaysia membuka peluang bertambahnya penerbangan langsung atau direct flight dari negara tersebut ke Lombok.
Pemerintah berharap semakin banyak maskapai yang melayani rute menuju NTB sehingga tercipta persaingan yang sehat dan berdampak pada penurunan harga tiket.
“Kalau dalam satu rute ada tiga sampai empat maskapai yang melayani, tentu harga bisa lebih kompetitif. Itu yang menjadi harapan Pak Gubernur,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengintervensi harga tiket pesawat karena kebijakan tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat dan mekanisme pasar.
Namun, daerah tetap bisa mendorong hadirnya lebih banyak maskapai untuk membuka rute penerbangan ke NTB.
Nelly juga mengungkapkan bahwa keterbatasan kursi penerbangan menuju Lombok sering terjadi karena sebagian slot penerbangan digunakan oleh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI).
Dalam satu kali keberangkatan, jumlah pekerja migran yang diberangkatkan bisa mencapai ratusan orang sehingga kapasitas penerbangan untuk wisatawan menjadi berkurang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah terus berupaya menambah jumlah penerbangan agar kebutuhan wisatawan dan masyarakat dapat terakomodasi dengan baik.
Dengan meningkatnya konektivitas udara, pemerintah optimistis sektor pariwisata NTB akan semakin berkembang dan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.












