NTB Fokus Tekan Kemiskinan dan Dorong Wellness Tourism Kelas Dunia

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menegaskan arah pembangunan daerah ke depan masih berfokus pada pengentasan kemiskinan, penguatan sektor produktif melalui hilirisasi, serta pengembangan pariwisata kelas dunia berbasis wellness tourism.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengatakan arah pembangunan tersebut masih mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah mengurangi angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem yang masuk kategori desil 1.

“Fokus kita masih terkait pengentasan kemiskinan. Bagaimana kita berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk bersama-sama mengurangi kemiskinan, terutama masyarakat miskin ekstrem,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga mendorong penguatan ketahanan ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem industri, pertanian, peternakan, perikanan, dan sektor-sektor turunannya. Langkah tersebut dilakukan dengan mempercepat proses hilirisasi agar nilai tambah produk-produk unggulan NTB dapat dinikmati masyarakat secara lebih luas.

Di sektor pariwisata, Gubernur NTB disebut memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan destinasi wisata berkualitas yang mampu bersaing di tingkat global.

Salah satu konsep yang kini mulai didorong adalah pengembangan wellness tourism atau wisata kesehatan dan kebugaran yang dipadukan dengan kekayaan alam, budaya, serta gaya hidup sehat yang dimiliki NTB.

Menurut Nelly, konsep tersebut menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Pak Gubernur memberikan perhatian besar terhadap tourism dan wellness. Ini menjadi salah satu arah pengembangan pariwisata NTB ke depan,” katanya.

Selain wellness tourism, pemerintah juga memfokuskan perhatian pada peningkatan aksesibilitas dan konektivitas wisata, investasi pariwisata berkualitas, pengembangan desa wisata, pelestarian warisan budaya, serta digitalisasi promosi wisata secara global.

Konsep pariwisata berbasis masyarakat juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut agar manfaat ekonomi sektor wisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki, mulai dari pantai, pegunungan, budaya, hingga kawasan geopark dunia, NTB optimistis dapat menjadi salah satu destinasi wellness tourism unggulan di Indonesia bahkan Asia Tenggara.