Peminat Sekolah Rakyat di NTB Membludak, Pembangunan Fisik Ditarget Rampung Oktober

Pojok NTB – Program Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme tinggi terlihat dari jumlah pendaftar yang telah melampaui target pada sejumlah jenjang pendidikan, khususnya SMP dan SMA. Sementara itu, pembangunan fisik Sekolah Rakyat yang sedang berlangsung ditargetkan selesai pada Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam wawancara terkait perkembangan program Sekolah Rakyat di NTB. Menurut keterangan yang disampaikan Kepada Dinas Sosial PPA NTB Ahmad Mashuri, progres pembangunan konstruksi berjalan sesuai rencana meski masih dalam tahap pengerjaan.

“Secara fisik konstruksinya jalan. Saat ini masih dalam masa pengerjaan dan sesuai kontrak insya Allah selesai Oktober,” ujarnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup ruang belajar, tetapi juga berbagai fasilitas penunjang seperti gedung SMP, SMA, aula atau hall, serta sarana pendukung lainnya. Karena terdiri dari banyak bangunan, progres pengerjaan di masing-masing fasilitas berbeda-beda. Sebagian sudah hampir selesai, sementara sebagian lainnya masih dalam tahap pembangunan.

Di tengah proses pembangunan tersebut, persiapan tahun ajaran baru terus berjalan. Pemerintah telah menetapkan target penerimaan siswa baru di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat yang tersebar di NTB.

Untuk jenjang SD, masing-masing sekolah ditargetkan menerima sekitar 60 siswa baru. Sekolah Rakyat tingkat SD berada di Gunungsari, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Sumbawa. Sementara itu, jenjang SMP yang berlokasi di Sentra Paramita ditargetkan menerima 90 siswa baru. Adapun SMA yang berada di Sakra juga memiliki target penerimaan sebanyak 90 siswa.

Menariknya, jumlah pendaftar pada jenjang SMP dan SMA telah melampaui kuota yang tersedia. Bahkan, jumlah pendaftar SMP disebut telah menembus angka lebih dari 100 orang, jauh di atas target yang ditetapkan.

“Antusiasme masyarakat bagus. Untuk SMP dan SMA jumlah pendaftarnya sudah melebihi target. Yang masih kurang hanya beberapa SD, terutama yang berada di Gunungsari dan Sumbawa,” katanya.

Meski demikian, proses pendataan masih berlangsung hingga akhir Juni 2026. Pemerintah optimistis target penerimaan siswa di seluruh lokasi dapat terpenuhi sebelum masa pendaftaran ditutup.

Dalam proses seleksi, seluruh data calon peserta didik akan dikirim ke Kementerian Sosial untuk dilakukan pemeringkatan. Seleksi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pemerintah pusat, terutama terkait tingkat kesejahteraan keluarga.

Peserta Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem atau kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Yang menentukan ranking adalah Kementerian Sosial berdasarkan data yang kita kirim. Kalau target SMA 90 siswa, meskipun pendaftarnya sampai 300 orang, tetap yang diterima hanya 90 sesuai kuota. Yang masuk Sekolah Rakyat harus desil 1 dan desil 2,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di sejumlah daerah. Untuk wilayah Sumbawa, proses pembangunan masih terkendala persoalan lahan. Lokasi yang disiapkan saat ini masih berstatus Kawasan Pangan Berkelanjutan (KP2B), sehingga memerlukan perubahan status lahan sebelum pembangunan dapat dimulai.

“Fokus saat ini menyelesaikan persoalan lahan terlebih dahulu. Setelah status lahannya selesai, baru pembangunan bisa berjalan,” katanya.

Meski terdapat sejumlah tantangan, termasuk persoalan sebagian siswa SD yang dijemput kembali oleh keluarga setelah proses pendataan, pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat tetap berjalan sesuai target.

Program yang digagas pemerintah pusat ini diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis. Dengan tingginya minat masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, Sekolah Rakyat di NTB diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Hingga saat ini, proses pendaftaran masih berlangsung dan pemerintah terus melakukan percepatan pendataan guna memastikan seluruh kuota siswa terpenuhi sebelum tahun ajaran baru dimulai.