Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mengakui angka inflasi di NTB mengalami kenaikan pada April 2026. Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi daerah masih terkendali dan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan.
Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan dirinya belum menerima secara detail bahan rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) terkait faktor penyebab kenaikan inflasi tersebut.
Namun ia memastikan pemerintah tetap memantau perkembangan kondisi ekonomi masyarakat, termasuk daya beli petani.
“Intinya semua komponen kita siap menghadapi kondisi ini,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut juga muncul sorotan terkait turunnya Nilai Tukar Petani (NTP) di tengah kenaikan sejumlah sektor ekonomi lainnya.
Menurut Baiq Nelly, pemerintah daerah terus berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan aktivitas ekonomi dan perlindungan terhadap daya beli masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil di daerah.
Koordinasi lintas daerah pun terus diperkuat menjelang Idul Adha agar distribusi kebutuhan pokok tetap lancar dan harga di pasar tetap stabil.












