NTB Dorong Produk Petani Lokal Masuk Pasar MBG

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mendorong agar produk-produk petani lokal dapat terserap langsung dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi daerah sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas.

Kepala Bappeda NTB, Baiq Nelly Yuniarti menegaskan, MBG seharusnya tidak dipandang sebagai penyebab utama inflasi, melainkan peluang pasar baru yang dapat dimanfaatkan daerah.

“Di awal tahun kita sempat deflasi padahal MBG sudah berjalan. Jadi tidak murni karena MBG,” jelasnya.

Menurutnya, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG saat ini masih banyak dipenuhi dari luar daerah, padahal NTB memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil berbagai komoditas.

“MBG ini butuh telur, cabai, ikan dan lainnya. Kenapa tidak kita sendiri yang penuhi? Padahal kita penghasil komoditas itu,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah diminta aktif mengawal distribusi hasil pertanian dan perikanan lokal agar langsung terserap oleh SPPG di masing-masing wilayah.

Ia mencontohkan, desa penghasil ikan harus memiliki kepastian pasar terkait SPPG mana yang akan mengambil hasil produksi mereka secara rutin.

“Nah ekosistem ini yang harus dikawal oleh kabupaten kota, supaya produk lokal tidak keluar dulu sebelum kebutuhan daerah terpenuhi,” katanya.