NTP NTB dan Daya Beli Petani Pada Turun

Pojok NTB – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTB pada April 2026 tercatat sebesar 128,00 atau turun 1,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal melemahnya daya beli petani di wilayah tersebut.

Menurut , penurunan NTP terjadi karena harga yang diterima petani mengalami penurunan, sementara biaya yang harus dibayar justru meningkat.

“Indeks harga yang diterima petani turun 1,12 persen, sementara indeks harga yang dibayar petani naik 0,37 persen. Ini yang menyebabkan NTP mengalami penurunan,” jelasnya.

Meski demikian, beberapa subsektor masih mencatat kondisi yang relatif baik. Subsektor hortikultura bahkan mencatat NTP tertinggi sebesar 240,73, disusul peternakan 114,42 dan perikanan 110,26.

Namun, subsektor perkebunan rakyat berada di bawah angka 100, yaitu 98,85, yang menandakan petani mengalami kerugian.

Penurunan ini dipengaruhi turunnya harga komoditas utama seperti cabai rawit, jagung, bawang merah, dan kopi. Sementara itu, biaya konsumsi dan produksi meningkat akibat kenaikan harga gula, minyak goreng, dan sejumlah bahan pangan lainnya.