Pojok NTB – Peresmian Pusat Informasi Geopark Rinjani pada Sabtu malam, 2 Mei 2026, menjadi langkah baru dalam penguatan pariwisata berkelanjutan di kawasan Nusa Tenggara Barat. Berlokasi di Sembalun, fasilitas ini sekaligus menjadi titik penyambutan para pelari ajang internasional Rinjani 100 Ultra.
Peresmian tersebut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, jajaran Forkopimda Lombok Timur, serta sejumlah pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur turut diwakili Sekretaris Daerah HM Juaini Taofik.
General Manager Geopark Rinjani, Quadro Wicaksono, menjelaskan bahwa pembangunan pusat informasi ini merupakan hasil proses panjang sejak 2025. Ia juga mengungkapkan bahwa Geopark Rinjani berhasil mempertahankan status “green card” dari UNESCO untuk empat tahun ke depan setelah melalui revalidasi.
“Seluruh catatan dari asesor UNESCO telah kami tindak lanjuti. Kehadiran pusat ini bukan hanya sebagai sarana edukasi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi,” ujarnya.
Ke depan, pengembangan Geopark Rinjani akan difokuskan pada kualitas kunjungan wisata, bukan sekadar jumlah wisatawan. Salah satu program strategis yang disiapkan adalah konservasi kawasan melalui penanaman sekitar 780 ribu bibit kopi, sekaligus menghidupkan kembali kejayaan kopi Sembalun.
Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik, menambahkan bahwa konsep pembangunan daerah tidak harus selalu menghadirkan hal baru, tetapi dapat dilakukan dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada. “Yang penting adalah memberikan nilai tambah agar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya menjaga kelestarian Gunung Rinjani sebagai aset utama daerah. Ia berharap pusat informasi ini dapat menjadi pusat data dan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan.
“Dari tempat sederhana ini, kita menanam mimpi besar. Namun yang paling utama adalah menjaga kelestarian Rinjani,” tegasnya.
Peresmian ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan kawasan berbasis konservasi dan edukasi, sekaligus memperkuat posisi Lombok sebagai destinasi wisata kelas dunia yang berkelanjutan.












