Pojok NTB — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meraih penghargaan Santri of The Year 2026 kategori Santri Inspiratif Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintahan Provinsi. Penghargaan tersebut dianugerahkan di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta, Ahad (25/10/2026), sebagai apresiasi atas kiprah santri dalam kepemimpinan dan pembangunan bangsa.
Penghargaan yang diinisiasi Islam Nusantara Center (INC) ini menegaskan bahwa pengabdian santri tidak terbatas pada ruang pendidikan dan dakwah. Nilai keilmuan, akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial yang tumbuh di pesantren juga menjadi bekal penting dalam menjalankan amanah pemerintahan.
Bagi Iqbal, pendidikan di Pondok Pesantren Assalaam, Solo, merupakan bagian penting dari perjalanan pembentukan dirinya. Di lingkungan pesantren, ilmu tidak hanya dipelajari sebagai pengetahuan, tetapi juga menjadi landasan sikap dan tanggung jawab. Tradisi belajar, disiplin, penghormatan kepada guru, serta kehidupan bersama menempa keteguhan prinsip sekaligus kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut relevan dalam kepemimpinan publik: teguh memegang prinsip tanpa kehilangan empati, berani mengambil keputusan tanpa menutup diri terhadap aspirasi, serta menempatkan jabatan sebagai amanah untuk melayani.
Dalam memimpin NTB, semangat pengabdian itu perlu hadir melalui kepemimpinan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Responsif bukan sekadar cepat menanggapi persoalan, melainkan juga kesediaan mendengar, memahami akar masalah, dan menghadirkan kebijakan yang menjawab kebutuhan nyata. Pengabdian seorang pemimpin pun harus menjangkau seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial. Sebab, amanah pemerintahan adalah melayani semua warga, bukan hanya kelompok tertentu.
Santri of The Year merupakan ajang apresiasi bagi tokoh berlatar belakang santri atau pesantren yang dinilai memberikan kontribusi melalui gagasan, karya, prestasi, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, serta negara.
Direktur INC M. Aly Taufiq sebelumnya menyampaikan bahwa puncak penganugerahan Santri of The Year 2026 digelar pada Ahad, 25 Oktober 2026, di Gedung Nusantara IV DPR/MPR RI, Jakarta. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, bekerja sama dengan Majelis Pesona dan didukung DPR RI.
Aly berharap penghargaan tersebut dapat memperkenalkan keteladanan para santri kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat pengakuan terhadap pesantren sebagai salah satu pilar penting pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Tahun ini, terdapat 20 kategori penghargaan yang mencerminkan luasnya peran santri dan pesantren dalam kehidupan nasional. Proses pemilihan dilakukan melalui penilaian dewan pakar dan dewan juri, serta melibatkan masukan masyarakat melalui kanal digital INC.
Penghargaan bagi Gubernur Iqbal menjadi pengingat bahwa pendidikan pesantren berperan penting dalam menyiapkan generasi yang mampu membawa nilai keilmuan dan spiritualitas ke ruang pengabdian. Nilai-nilai tersebut memperoleh makna lebih luas ketika diwujudkan dalam integritas, kepedulian, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan pesantren tidak hanya diukur dari capaian alumninya, tetapi juga dari manfaat yang mereka hadirkan bagi sesama. Nilai kesantrian mencapai makna tertingginya ketika ilmu melahirkan kebijaksanaan, kepemimpinan menjadi jalan pengabdian, dan amanah dijalankan demi kemaslahatan masyarakat.












