Pojok NTB – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu jalan untuk mengentaskan kemiskinan, terutama di kalangan generasi muda.
Hal itu disampaikan Iqbal saat menjadi pembicara dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Kempinski Ballroom, Jakarta. Konferensi tersebut mengusung tema Unlocking Creative Potential from the Region.
Menurut Iqbal, anak muda di NTB memiliki potensi besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Mereka dinilai tidak pernah kehabisan ide, tetapi membutuhkan pendampingan agar kreativitas tersebut dapat berkembang menjadi peluang ekonomi yang nyata.
“Orang-orang NTB itu tidak pernah kehabisan ide. Apa yang mereka butuhkan adalah mentorship,” kata Iqbal.
Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif tidak cukup hanya mengandalkan ide dan kreativitas. Pelaku industri kreatif juga membutuhkan akses pembiayaan, pasar, serta teknologi agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan.
“Kita perlu pendampingan untuk memberikan akses finansial, kemudian akses market, dan akses teknologi. Kalau itu bisa kita lakukan, maka akan banyak yang bisa dientaskan dari kemiskinan,” ujarnya.
Selain memaparkan potensi industri kreatif di NTB, Iqbal juga memanfaatkan forum internasional tersebut untuk mengundang para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai negara agar berinvestasi dan berkolaborasi di NTB.
Di hadapan peserta konferensi yang berasal dari 80 negara, Iqbal menegaskan pemerintah daerah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif di NTB.
Ia bahkan menggunakan ungkapan bahwa NTB tidak lagi memiliki pintu untuk menggambarkan keterbukaan daerah terhadap ide, investasi, dan kerja sama.
“Saya bilang bahwa kami bukan saja membuka pintu, bahkan kami sudah tidak punya pintu sekarang. Jadi, siapa saja yang mau datang untuk memberikan pemikiran, bawa ide, bawa modal untuk membangun ekonomi kreatif di NTB, kita must welcome,” ungkapnya.
Menurut Iqbal, keterlibatan para pelaku industri kreatif, investor, dan mitra internasional diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di NTB.
Melalui kolaborasi tersebut, potensi lokal diharapkan tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga membuka lapangan kerja, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bagi NTB, ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pengembangan usaha, melainkan juga peluang untuk mendorong kemandirian ekonomi generasi muda dan memperluas jalan keluar dari kemiskinan.












