Pojok NTB – Keluhan mahalnya biaya untuk menyaksikan MotoGP Mandalika kembali menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain harga tiket pesawat, tingginya tarif akomodasi juga dinilai menjadi pertimbangan wisatawan sebelum datang ke Lombok.
Asisten Pemprov NTB, Lalu Muhammad Faozal, mengatakan persoalan tersebut dibahas dalam rapat bersama Gubernur NTB dan sejumlah pihak terkait persiapan MotoGP.
Menurut Faozal, pemerintah melihat persoalan harga secara menyeluruh. Wisatawan yang hendak datang ke Mandalika tidak hanya mempertimbangkan tiket MotoGP, tetapi juga biaya penerbangan, hotel, serta kebutuhan selama berada di Lombok.
“Orang mau datang lihat harga tiket pesawat dulu baru datang. Begitu datang, pilihannya lagi apakah harga hotel dan lain-lain,” ujar Faozal.
Ia mengatakan Pemprov NTB akan merumuskan kembali kebijakan terkait tarif akomodasi. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mencabut Pergub Nomor 9 yang berkaitan dengan pengaturan tarif akomodasi untuk kemudian disesuaikan kembali.
“Pergub 9 itu akan kita cabut dan kita sesuaikan lagi soal pengaturan tarif,” katanya.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memastikan konektivitas udara menuju Lombok tetap lancar selama periode MotoGP.
Faozal menyebut sejumlah maskapai telah disiapkan untuk menambah penerbangan. Garuda Indonesia direncanakan menambah penerbangan dari dua menjadi tiga kali sehari pada 8–12 September.
Sementara TransNusa juga akan menambah penerbangan rute Jakarta pada periode yang sama. Untuk Lion Air, sejumlah rute menuju Lombok dari berbagai kota seperti Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Makassar, Balikpapan, Labuan Bajo, Waingapu, dan Tambolaka didorong untuk kembali diaktifkan menjelang gelaran MotoGP.
Untuk penerbangan internasional, rute Kuala Lumpur oleh AirAsia tetap beroperasi. Sementara Scoot melayani penerbangan dari Singapura sebanyak sekitar 10 kali dalam sepekan.
Pemerintah juga mendorong pembukaan atau penguatan konektivitas menuju Yogyakarta dan Bandung.
“Untuk airlines, so far dari diskusi kita tadi masih oke. Mudah-mudahan tidak ada kendala,” ujar Faozal.
Faozal mengatakan pemerintah juga menyiapkan alternatif apabila terjadi gangguan penerbangan menjelang atau saat MotoGP. Jika jalur udara tidak memungkinkan, konektivitas darat dan laut akan menjadi pilihan.
“Mitigasinya pasti pilihan jalur darat. Tidak ada lagi pilihan lain kecuali kita menggunakan jalur darat,” katanya.
Menurutnya, kondisi transportasi darat dan laut menuju Lombok relatif dapat mendukung mobilitas wisatawan apabila penerbangan mengalami kendala.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemprov NTB berharap pelaksanaan MotoGP Mandalika tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih terjangkau bagi wisatawan yang datang ke Lombok.












