MOVE Dorong Wellness Tourism Lombok lewat Pilates

Pojok NTB — Perkembangan tren wellness tourism di Lombok mulai mendapat perhatian. MOVE, studio Pilates di Lombok, mendorong olahraga berbasis kebugaran dan kesehatan tersebut menjadi bagian dari daya tarik wisata di daerah ini.

Owner MOVE, Mellisa Wiguna, mengatakan saat ini mayoritas peserta Pilates masih berasal dari pasar lokal. Namun, pihaknya berharap ke depan semakin banyak wisatawan dari luar daerah yang datang ke Lombok khusus untuk mengikuti kegiatan wellness.

“Market kita masih benar-benar lokal. Belum terlalu banyak turis yang datang khusus untuk olahraga,” ujar Mellisa saat kegiatan Pilates bersama international instructor Daniel Choi di Qunci Villas.

Kegiatan tersebut diikuti maksimal 60 peserta yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Lombok Timur hingga Sumbawa. Kehadiran Daniel Choi diharapkan turut memperkenalkan Lombok sebagai salah satu destinasi wellness.

Menurut Mellisa, momentum tersebut penting karena Lombok semakin mendapat sorotan sebagai destinasi wisata. Ia berharap kehadiran instruktur internasional dapat membantu memperluas promosi Lombok ke pasar yang lebih luas.

“Kita harap dari Daniel, karena dia nanti men-tag dan sedang berada di Lombok, sehingga Lombok semakin dikenal,” katanya.

Namun, Mellisa mengakui masih ada tantangan dalam mengembangkan wellness tourism di Lombok, salah satunya edukasi masyarakat mengenai Pilates. Menurutnya, Pilates masih kerap dianggap sebagai olahraga yang hanya dilakukan karena tren atau FOMO.

Padahal, manfaat Pilates menurutnya akan lebih terasa jika dilakukan secara konsisten.

“Bukan sekali datang, foto cantik doang. Konsisten itu kuncinya untuk mendapatkan hasil akhirnya,” tegasnya.

Mellisa juga menepis anggapan bahwa Pilates merupakan olahraga yang hanya bisa dinikmati kalangan tertentu. Ia menjelaskan, biaya yang muncul dalam olahraga tersebut tidak terlepas dari investasi para pelatih untuk terus meningkatkan kompetensi.

Para coach harus mengikuti pendidikan, sertifikasi, ujian, hingga berbagai pelatihan di luar Lombok. Selain itu, peralatan Pilates juga membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

“Kalau untuk ukuran Lombok, kita termasuk affordable atau terjangkau, apalagi untuk mat Pilates,” jelasnya.

MOVE pun terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan memperdalam pengetahuan para pelatih, termasuk dalam menangani kebutuhan peserta dengan kondisi tertentu.

Ke depan, Mellisa berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal Pilates dan semakin terbuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata. Salah satunya dengan Qunci Villas yang selama ini menjadi salah satu lokasi kegiatan MOVE.

“Kita paling puas dengan Qunci Villas. Kita sudah beberapa kali ada di sini untuk mat Pilates. Mungkin kita akan terus menjalin hubungan dan lanjut untuk kegiatan berikutnya,” pungkasnya.