MotoGP Mandalika 2026 Bersamaan F1 Singapura, NTB Perkuat Promosi

Pojok NTB — Pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026 yang jadwalnya bertepatan dengan Formula 1 (F1) Singapura menjadi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat dua ajang balap internasional saling berebut perhatian wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan pihaknya berharap jadwal MotoGP dan F1 ke depan tidak lagi saling berbenturan.

Menurutnya, harapan tersebut sebelumnya juga telah disampaikan Gubernur NTB kepada pihak penyelenggara.

“Harapannya ke depan penyelenggaraan MotoGP dan F1 tidak saling bergesekan,” ujar Ahmad Nur Aulia.

Ia menyebut, pengelolaan MotoGP dan F1 berada dalam manajemen penyelenggaraan yang sama, sehingga diharapkan dapat dilakukan pengaturan jadwal yang lebih baik agar kedua event internasional tersebut bisa saling mengisi.

Meski demikian, untuk MotoGP 2026, Pemprov NTB memilih tetap fokus memperkuat promosi dan penyebaran informasi mengenai ajang balap yang digelar di Sirkuit Mandalika tersebut.

“Untuk penyelenggaraan tahun ini tentunya kita akan menguatkan dari sisi promosi dan penyampaian informasi penyelenggaraan,” katanya.

Ahmad Nur Aulia juga mengungkapkan perkembangan penjualan tiket MotoGP 2026. Berdasarkan informasi terbaru dari penyelenggara utama yang diterima sekitar sepekan lalu, penjualan tiket telah mencapai 42 persen.

Ia berharap seluruh tiket dapat terserap jauh sebelum hari pelaksanaan.

“Mudah-mudahan tiket ini tidak sampai last minute. Mudah-mudahan satu bulan sebelumnya sudah terjual semua,” ujarnya.

Sementara itu, target penonton yang ditetapkan penyelenggara utama mencapai sekitar 142 ribu orang.

Pemprov NTB, kata Ahmad, juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MotoGP pada tahun-tahun sebelumnya. Berbagai catatan dan persoalan yang pernah muncul akan menjadi bahan perbaikan agar penyelenggaraan tahun ini semakin optimal.

“Catatan-catatan dari penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya kita jaga, kita perbaiki, kita sempurnakan. Jangan sampai ada permasalahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, aspek pelayanan terhadap penonton juga menjadi perhatian, termasuk memberikan perlakuan khusus bagi penyandang disabilitas agar dapat menikmati gelaran MotoGP dengan lebih nyaman.

Terkait keluhan mengenai kenaikan harga dan praktik percaloan saat MotoGP, Ahmad menegaskan hal tersebut harus diantisipasi. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak memanfaatkan momentum MotoGP dengan prinsip “aji mumpung”.

“Yang penting intinya sekarang jangan sampai memanfaatkan aji mumpung pada saat penyelenggaraan MotoGP. Karena ini kita berbicara tentang keberlanjutan,” pungkasnya.