NTB Targetkan Tiga Desa Tembus Pasar Ekspor Tahun Ini

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB menargetkan sedikitnya tiga dari 16 desa yang tengah dibina mampu menembus pasar ekspor pada 2026. Target tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi NTB, Lalu Wiranata, sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa.

Menurut Wiranata, sejumlah komoditas memiliki potensi besar untuk dipasarkan ke luar negeri. Di antaranya nanas dari Desa Lendang Nangka Utara, serta produk turunan kelapa seperti cocopeat dan briket sabut kelapa dari wilayah Kabupaten Lombok Utara. Bahkan, produk cocopeat disebut telah mendapat permintaan dari Australia dan kini tinggal menunggu kesiapan produksi sesuai jumlah yang dibutuhkan.

Ia menjelaskan, agar dapat menembus pasar internasional, setiap produk harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari standar mutu, ketentuan negara tujuan, hingga lolos pemeriksaan karantina. Selain itu, kemudahan akses logistik menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekspor NTB.

Wiranata berharap rencana pembukaan penerbangan langsung dari NTB menuju Darwin dan Melbourne, Australia, dapat mempercepat distribusi barang sekaligus menekan biaya pengiriman. Selama ini, banyak produk asal NTB masih harus dikirim melalui Surabaya sebelum diekspor, sehingga nilai ekonomi dan penerimaan daerah lebih banyak dinikmati provinsi lain.

Selain Australia, NTB juga terus memperluas pasar ekspor ke kawasan Timur Tengah dan Malaysia. Bahkan, pemerintah mengaku tengah menjajaki peluang ekspor beras dan garam ke Timor-Leste menyusul adanya ketertarikan dari perwakilan pemerintah negara tersebut.

Menurut Wiranata, NTB memiliki surplus produksi beras yang cukup besar sehingga peluang ekspor terbuka lebar. Ia menegaskan, ekspor bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi hasil panen petani.

“Kalau surplus, kenapa tidak kita jual ke luar negeri? Yang menikmati manfaatnya tetap petani karena produk mereka memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Melalui program pengembangan desa ekspor, Pemprov NTB berharap semakin banyak produk unggulan daerah mampu bersaing di pasar internasional dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.