Pojok NTB – Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, meresmikan Bale Kita di kawasan Islamic Center NTB sebagai ruang promosi produk kreatif dan kerajinan lokal. Dalam kesempatan tersebut, Iqbal menekankan pentingnya menghadirkan galeri yang tidak hanya memajang hasil karya, tetapi juga menyampaikan kisah di balik proses pembuatannya.
Menurutnya, setiap produk kerajinan memiliki nilai seni dan proses yang panjang sehingga perlu disertai narasi agar pengunjung memahami perjuangan para perajin. Ia mencontohkan kerajinan berbahan batok kelapa maupun anyaman ketak yang memerlukan keterampilan tinggi dan waktu pengerjaan yang tidak singkat.
Iqbal mengusulkan agar setiap produk dilengkapi informasi mengenai asal-usul, bahan baku, hingga proses pembuatannya. Dengan begitu, masyarakat maupun wisatawan tidak hanya membeli sebuah barang, tetapi juga menghargai nilai budaya, kreativitas, dan kerja keras para pengrajin.
Gubernur juga menyoroti produk hasil karya warga binaan lembaga pemasyarakatan. Menurutnya, kisah di balik proses pembuatan produk tersebut dapat menjadi nilai tambah sekaligus memberikan pesan kemanusiaan tentang upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.
“Kalau sebuah produk memiliki cerita yang kuat, nilainya akan meningkat. Orang tidak lagi melihat hanya barangnya, tetapi juga menghargai proses dan perjuangan di baliknya,” ungkap Iqbal.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga dan melindungi kekayaan intelektual serta identitas budaya daerah, termasuk kerajinan khas NTB seperti cukli, agar tetap menjadi warisan yang bernilai dan tidak mudah diklaim pihak lain.
Melalui kehadiran Bale Kita, Pemerintah Provinsi NTB berharap produk-produk UMKM dan kerajinan lokal semakin dikenal luas, memiliki daya saing yang lebih tinggi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha kreatif di daerah.












