Stok BBM dan Kebutuhan Pokok Aman, Disperindag NTB Telusuri Penimbunan

Pojok NTB – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Nusa Tenggara Barat, H. Lalu Wiranata, memastikan ketersediaan bahan pokok dan energi di wilayah NTB dalam kondisi aman. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada kelangkaan stok, baik untuk bahan bakar maupun kebutuhan pokok masyarakat.

“Secara stok dan ketersediaan tidak ada masalah. Informasi dari Pertamina juga menyebutkan bahwa pasokan sudah dipenuhi dan didistribusikan,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengakui adanya fenomena di lapangan di mana masyarakat kesulitan mendapatkan barang tertentu. Hal ini, menurutnya, mengindikasikan adanya persoalan dalam rantai distribusi atau yang disebut sebagai “missing link”.

“Kalau di tingkat masyarakat barang terasa langka, berarti ada yang tidak beres di distribusi. Ini yang sedang kita telusuri,” jelasnya.

Salah satu temuan yang sudah terungkap adalah adanya praktik penimbunan barang. Disperindag bersama tim pengawasan menemukan kasus penimbunan yang disembunyikan di sebuah kandang ayam. Dugaan serupa juga tengah diselidiki di sejumlah lokasi lain.

“Kemarin sudah kita temukan satu kasus penimbunan. Kemungkinan ada kejadian serupa di tempat lain, dan ini masih kita telusuri,” tegasnya.

Pemerintah daerah melalui satgas pengawasan terus melakukan pemantauan intensif, baik terhadap distribusi barang maupun pergerakan harga di pasar. Untuk komoditas tertentu, seperti minyak goreng, harga masih relatif stabil meski ada sedikit kenaikan.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas distribusi gas elpiji, mengingat perannya sebagai kebutuhan primer masyarakat. “Kalau gas tidak ada, masyarakat tidak bisa memasak. Dampaknya bisa luas,” katanya.

Selain itu, Disperindag NTB juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Bulog, guna memastikan stok pangan tetap terjaga. Ia menilai, kepanikan masyarakat justru dapat memperburuk situasi karena mendorong aksi pembelian berlebihan (panic buying).

“Tidak perlu panik. Stok aman. Yang terjadi ini lebih karena informasi yang simpang siur sehingga masyarakat bereaksi berlebihan,” ujarnya.

Lalu Wiranata menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat pengawasan dan memastikan distribusi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.