Cabai Turun, Kedelai Naik: Dinamika Harga Pangan NTB

Pojok NTB – Perkembangan harga bahan pokok di Nusa Tenggara Barat per 21 April 2026 menunjukkan kondisi yang relatif stabil, meskipun terdapat sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga akibat dinamika pasokan dan permintaan di pasar.

Pada kelompok komoditas utama, harga beras terpantau stabil. Beras medium seperti Cap IR, C4, dan beras lokal masih berada di kisaran Rp13.100 hingga Rp13.500 per kilogram. Namun, beras premium jenis Cap Mataram mengalami kenaikan tipis sebesar Rp100, dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat.

Sementara itu, komoditas kedelai menunjukkan tren kenaikan. Kedelai lokal naik Rp56 menjadi Rp12.472 per kilogram, sedangkan kedelai impor meningkat Rp71 menjadi Rp14.214 per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan serta penyesuaian harga di tingkat distributor.

Di sektor bumbu dapur, harga cabai dan bawang mengalami fluktuasi. Cabai merah keriting turun Rp100 karena stok yang masih melimpah di pasar. Sebaliknya, cabai rawit hijau naik cukup signifikan sebesar Rp367 akibat mulai berkurangnya pasokan. Untuk bawang, harga bawang merah turun Rp100 seiring meningkatnya suplai, sementara bawang putih (Honan) naik Rp200 karena tingginya permintaan.

Komoditas minyak goreng juga mengalami pergerakan harga. Minyak goreng curah naik Rp40 menjadi Rp19.272 per liter akibat penyesuaian dari distributor. Namun, minyak goreng kemasan premium dan Minyakita masih stabil masing-masing di harga Rp22.450 dan Rp15.700 per liter. Adapun harga gula pasir dan tepung terigu tidak mengalami perubahan.

Pada sektor protein hewani, harga daging sapi dan ayam terpantau stabil. Daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp129.074 per kilogram, sementara ayam ras di Rp41.617 per kilogram. Namun, harga ikan segar mengalami kenaikan, terutama ikan bandeng yang naik cukup signifikan sebesar Rp2.143. Ikan tongkol juga naik Rp200, didorong oleh meningkatnya permintaan. Sementara itu, harga telur ayam ras stabil, dan telur ayam kampung naik tipis Rp100.

Di kelompok sayuran, harga tomat mengalami penurunan sebesar Rp150 akibat melimpahnya stok di pasar. Sebaliknya, harga kentang naik Rp200 karena meningkatnya permintaan. Untuk komoditas buah-buahan seperti jeruk dan pisang lokal, serta udang segar, harga masih relatif stabil tanpa perubahan berarti.

Secara keseluruhan, kondisi harga bahan pokok di NTB masih terkendali. Kenaikan harga pada beberapa komoditas umumnya dipengaruhi oleh faktor distribusi dan peningkatan permintaan, sementara penurunan harga terjadi karena ketersediaan stok yang cukup di tingkat pedagang.

Pemerintah daerah diharapkan terus memantau distribusi dan ketersediaan barang agar stabilitas harga tetap terjaga, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah dinamika pasar yang terus berubah.