Pojok NTB – Di balik geliat pariwisata Lombok yang didominasi nama-nama besar, tersimpan sebuah destinasi yang masih alami dan belum banyak tersentuh—Pantai Serpiq di Desa Lembar, Kabupaten Lombok Barat. Pantai ini bukan hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menyimpan potensi besar sebagai ikon wisata baru berbasis alam dan budaya.
Terletak di Kecamatan Lembar, Pantai Serpiq menyuguhkan kombinasi unik antara hamparan laut biru, padang rumput luas, serta perbukitan di sisi selatan yang menciptakan panorama eksotis dan fotogenik. Area perbukitan ini bahkan kerap dimanfaatkan sebagai titik pandang (view point) untuk menikmati lanskap pantai secara menyeluruh, terutama saat matahari terbenam.
Keindahan Pantai Serpiq semakin terasa dengan suasananya yang masih tenang dan alami. Ombak yang relatif bersahabat dan garis pantai yang panjang membuatnya cocok untuk bersantai, menikmati senja, hingga aktivitas fotografi. Namun, hingga kini pantai ini masih tergolong “hidden gem” karena belum mendapatkan pengelolaan maksimal dan promosi yang luas.
Meski begitu, geliat pengembangan mulai terlihat. Masyarakat bersama mahasiswa dan pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya seperti pembangunan spot foto, tempat duduk, serta penunjuk arah menuju lokasi wisata. Inisiatif ini menjadi bukti bahwa Pantai Serpiq memiliki dukungan kuat dari masyarakat lokal untuk berkembang sebagai destinasi unggulan.
Tak hanya alam, Pantai Serpiq juga kaya akan nilai budaya. Salah satu daya tarik utamanya adalah tradisi Bau Keke, yaitu aktivitas menangkap kerang saat air laut surut. Tradisi khas masyarakat pesisir ini kini dikemas menjadi festival budaya tahunan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun luar daerah.
Festival Bau Keke yang rutin digelar sejak beberapa tahun terakhir bahkan telah mendapat perhatian pemerintah daerah dan menjadi bagian dari upaya menjadikan Pantai Serpiq sebagai magnet wisata baru di Lombok Barat.
Dengan perpaduan antara keindahan alam, kearifan lokal, serta semangat gotong royong masyarakat, Pantai Serpiq memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi unggulan di Lombok. Tinggal menunggu sentuhan infrastruktur dan promosi yang lebih maksimal, pantai ini bisa menjadi salah satu primadona wisata baru di Nusa Tenggara Barat.












