Disparekraf Sebut Ada Empat Pilar Jadi Kunci Pengembangan Pariwisata NTB

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat arah pembangunan sektor pariwisata melalui strategi yang terstruktur dan berkelanjutan. Upaya ini dilakukan agar pariwisata tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

Melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, pemerintah daerah menetapkan empat pilar utama sebagai fondasi pengembangan pariwisata di daerah tersebut.

Pilar pertama adalah destinasi. Pemerintah menekankan bahwa pengembangan destinasi tidak hanya berfokus pada keindahan alam semata, tetapi juga mencakup kesiapan infrastruktur, kebersihan lingkungan, serta kenyamanan bagi wisatawan. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkesan.

Pilar kedua adalah sumber daya manusia dan kelembagaan. Kualitas pelayanan menjadi faktor kunci dalam industri pariwisata. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas SDM serta penguatan kelembagaan menjadi prioritas agar mampu memberikan layanan yang profesional dan kompetitif.

Selanjutnya, pilar ketiga adalah industri pariwisata. Dalam hal ini, berbagai pelaku usaha seperti hotel, agen perjalanan, hingga pelaku UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi daerah. Sinergi antar pelaku industri menjadi salah satu kunci keberhasilan sektor ini.

Pilar keempat adalah pemasaran dan promosi. Pemerintah menyadari bahwa tanpa strategi promosi yang kuat, destinasi wisata di NTB berpotensi kalah bersaing dengan daerah lain yang lebih agresif dalam membangun citra dan branding.

Menurut Ahmad Nur Aulia, keempat pilar tersebut harus berjalan secara beriringan. “Semua harus jalan bareng. Tidak bisa hanya satu sektor yang kuat, sementara yang lain tertinggal,” ujarnya.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pariwisata bukanlah sektor tunggal, melainkan sebuah ekosistem besar yang melibatkan banyak pihak. Dengan strategi yang terintegrasi, NTB diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.