Bantuan Terus Mengalir, Pemprov NTB Percepat Pemulihan Korban Kebakaran Sumbawa

Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan penanganan korban kebakaran di Desa Kalimango, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, terus berjalan dengan serius dan terkoordinasi. Bantuan bagi warga terdampak diklaim masih terus disalurkan secara bertahap untuk mempercepat proses pemulihan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa sejak awal kejadian, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, telah menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk bergerak cepat di lokasi.

Sejak hari pertama, tim dari BPBD dan Dinas Sosial langsung turun membawa berbagai bantuan darurat. Penanganan bencana ini disebut menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar warga, seperti makanan siap saji, paket makanan anak, tenda, perlengkapan keluarga, kasur, selimut, hingga pakaian untuk dewasa dan anak-anak. Total nilai bantuan tahap awal dari pemerintah provinsi mencapai sekitar Rp143,9 juta. Tak hanya itu, tambahan bantuan berupa satu ton beras juga telah didistribusikan untuk memastikan kebutuhan pangan warga tetap terpenuhi.

Di sisi lain, bantuan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia turut mengalir dengan menyasar 35 kepala keluarga terdampak. Bantuan tersebut mencakup paket sembako lengkap hingga perlengkapan sekolah bagi anak-anak, seperti seragam, tas, sepatu, dan alat tulis.

Di tengah proses penyaluran bantuan, sempat beredar informasi mengenai bantuan tunai sebesar Rp550 ribu per kepala keluarga yang dikaitkan dengan pemerintah provinsi. Namun, Ahsanul Khalik meluruskan bahwa bantuan tersebut merupakan hasil swadaya dan solidaritas dari ASN serta tenaga pendidik di Pulau Sumbawa.

Ia menegaskan, meskipun bantuan tersebut mengatasnamakan gubernur, mekanisme bantuan resmi pemerintah tetap memiliki prosedur tersendiri dan disalurkan dalam bentuk yang terukur sesuai kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan para ASN menjadi bukti kuat kepedulian sosial di tengah musibah, sekaligus melengkapi upaya pemerintah dalam membantu warga.

Pemerintah Provinsi NTB pun memastikan tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga berkomitmen mengawal proses pemulihan pascabencana agar berjalan optimal.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Minggu dini hari, 22 Maret 2026, menghanguskan sedikitnya 31 rumah warga dan berdampak pada 35 kepala keluarga. Hingga kini, para korban masih membutuhkan dukungan berkelanjutan, terutama untuk pemulihan tempat tinggal dan kehidupan sehari-hari.

Pemprov NTB menegaskan, distribusi bantuan akan terus dilanjutkan dengan melibatkan berbagai pihak, guna meringankan beban warga sekaligus mempercepat bangkitnya kehidupan masyarakat terdampak.