Baznas RI Apresiasi NTB, Siap Perkuat Pemberdayaan Petani dan Peternak

Pojok NTB – Pimpinan Bidang Pengumpulan Badan Amil Zakat Republik Indonesia (Baznas RI), Rizaludin Kurniawan, mengapresiasi langkah Baznas NTB yang dinilai inovatif dalam menggelar gerakan zakat di ruang publik. Hal itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan di Mataram, Selasa (24/2/2026).

Menurut Rizaludin, dukungan penuh Gubernur dan Wakil Gubernur NTB menjadi kekuatan utama dalam mengarusutamakan zakat sebagai gerakan sosial yang inklusif. Ia menyebut, kegiatan yang digelar di pusat perbelanjaan merupakan yang pertama di Indonesia untuk level provinsi.

“Ini luar biasa. Kami dari Baznas RI sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta seluruh jajaran Baznas Provinsi NTB atas dukungan dan kolaborasinya,” ujarnya.

Ia menegaskan, dana zakat akan dikelola secara profesional dan transparan. Penyalurannya pun dipastikan hanya kepada delapan golongan (asnaf) yang telah ditetapkan dalam Al-Qur’an.

“Kami tidak mentolerir penyaluran zakat di luar peruntukannya. Semua dana yang masuk harus disalurkan sesuai asnaf. Jadi aman secara syariah, aman secara regulasi, dan aman bagi NKRI,” tegasnya.

Dari sisi program, Baznas RI mendorong penguatan pemberdayaan ekonomi di NTB, salah satunya melalui program lumbung pangan dan balai ternak. Program ini menyasar masyarakat miskin agar memiliki akses lahan pertanian dan peternakan yang produktif sehingga mampu mandiri secara ekonomi.

Baznas RI juga berencana membina petani dan peternak dari kalangan mustahik agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok bahan baku untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB.

“Kami bukan mendukung programnya secara langsung, tetapi memberdayakan petani dan peternak miskin agar mereka bisa memasok kebutuhan bahan baku. Dengan begitu, rantai pasoknya jelas, dan kesejahteraan mereka meningkat,” jelasnya.

Selain sektor pangan, Baznas RI turut menghadirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi seperti JETMAT (perbaikan warung kecil), JETAUTO (penguatan bengkel usaha kecil), JETKOPI, serta dukungan usaha bagi mahasiswa. Pendampingan tata kelola, audit, pelaporan, hingga penguatan sumber daya manusia Baznas NTB juga menjadi bagian dari dukungan tersebut.

Rizaludin menegaskan, kolaborasi antara Baznas RI, Baznas NTB, dan Pemerintah Provinsi menjadi fondasi penting dalam memastikan zakat tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.