Pemprov NTB Perkuat Sinergi Perbankan, Layanan Penukaran Uang Lebaran Diperluas

Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong penguatan sinergi antara Bank Indonesia dan perbankan untuk memperluas layanan penukaran uang selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat, hingga ke pelosok Lombok dan Sumbawa, mendapatkan akses mudah terhadap uang tunai layak edar.

Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran Program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (SERAMBI) 2026 oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi NTB, Kamis (19/2). Mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah”, program ini menjadi komitmen bersama dalam menjamin ketersediaan uang rupiah selama periode puncak kebutuhan transaksi masyarakat.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah NTB, Lalu Moh. Faozal, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bank Indonesia yang terus konsisten menghadirkan layanan penukaran uang secara merata. Menurutnya, kehadiran negara melalui BI merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan rupiah, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011.

“Layanan ini memastikan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil Lombok dan Sumbawa, tidak kesulitan memperoleh uang tunai segar untuk kebutuhan Lebaran. Komitmen hari ini menjadi jaminan bahwa layanan penukaran uang berjalan lebih baik, aman, dan merata,” ujar Faozal.

Dalam kesempatan tersebut, Faozal yang juga menjabat Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB, mengusulkan agar Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dilibatkan secara aktif sebagai mitra layanan BI. Dengan jaringan 49 cabang BPR yang tersebar di berbagai daerah, ia menilai layanan penukaran uang bisa semakin dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di pasar-pasar rakyat.

“Jika BPR dilibatkan, jangkauan layanan akan semakin luas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil,” tambahnya.

Program SERAMBI 2026 dinilai memiliki peran strategis bagi stabilitas ekonomi daerah. Selain menjamin kelancaran transaksi selama Ramadan dan Lebaran, ketersediaan uang tunai yang cukup juga berkontribusi dalam pengendalian inflasi serta menjaga daya beli masyarakat.

Tak hanya itu, program ini juga menjadi sarana edukasi melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, yang mendorong masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta memanfaatkan transaksi non-tunai demi mendukung transformasi ekonomi NTB yang semakin modern.

“Tradisi membawa uang baru saat pulang kampung adalah bagian dari budaya kita. Melalui sinergi BI dan perbankan, kami ingin memastikan tradisi ini berjalan lancar dan membawa kebahagiaan di momen penuh berkah,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB, Hario Kartiko Pamungkas, menjelaskan bahwa SERAMBI 2026 merupakan bentuk komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan uang rupiah yang cukup, dengan pecahan sesuai kebutuhan, serta dalam kondisi layak edar.

Secara nasional, kebutuhan uang selama Ramadan 2026 diperkirakan mencapai Rp185,6 triliun, meningkat 15,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk wilayah NTB, kebutuhan uang diproyeksikan mencapai Rp3,07 triliun, atau naik signifikan sebesar 27,48 persen dibandingkan tahun lalu.

Menjawab kebutuhan tersebut, BI NTB menyiapkan pasokan uang rupiah hingga Rp3,3 triliun serta membuka 85 titik layanan penukaran uang di seluruh NTB, bekerja sama dengan perbankan.

“Kami berharap layanan ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, sekaligus mendorong kelancaran aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idulfitri,” pungkas Hario.