Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat resmi membuka Seleksi Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah Tahun 2026 untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Negeri. Proses seleksi ini digelar secara terbuka, transparan, dan berbasis meritokrasi, sebagai wujud komitmen Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Dhamaryanti Putri dalam menghadirkan pemimpin sekolah yang berintegritas dan profesional.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Ahsanul Khalik, menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi akan dikawal ketat oleh pemerintah, media, dan publik. Menurutnya, keterbukaan menjadi kunci utama agar proses ini benar-benar bersih dari praktik titipan maupun transaksi.
“Seleksi ini harus betul-betul berjalan sesuai meritokrasi. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi media dan masyarakat untuk ikut mengawasi,” ujar Ahsanul Khalik saat konferensi pers di Mataram, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, seleksi dilakukan berbasis sistem digital melalui platform Ruang GTK, sehingga meminimalisasi intervensi dan memastikan semua guru yang memenuhi syarat memiliki peluang yang sama.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikpora) NTB, Surya Bahari, menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan undangan resmi kepada guru-guru yang memenuhi persyaratan. Selain itu, pengumuman terbuka juga dipublikasikan agar informasi seleksi dapat diakses luas.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi cerita lama soal jadi kepala sekolah harus bayar atau pakai jalur tertentu. Semua murni berdasarkan kompetensi dan integritas,” tegas Surya.
Seleksi ini meliputi tahapan administrasi, uji kompetensi berbasis komputer (CAT), hingga wawancara mendalam. Seluruh proses akan berlangsung dari 18 Februari hingga 31 Maret 2026.












