Pemprov NTB Fasilitasi Pemulangan PMI Asal Lotim Korban Dugaan Kekerasan di Malaysia

Pojok NTB — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Ahmad Saihu, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh majikannya saat bekerja di Malaysia.

Pemulangan Ahmad Saihu dilakukan pada Sabtu, 24 Januari 2026, setelah melalui proses pendampingan medis dan koordinasi lintas lembaga sejak kondisinya dinyatakan kritis pada 22 November 2025.

Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, saat menerima laporan kejadian tersebut langsung melakukan koordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia pada 23 November 2025. Arahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB.

Disnakertrans NTB berkoordinasi dengan KJRI Johor Bahru, KBRI Malaysia, serta BP3MI Riau untuk memantau kondisi Ahmad Saihu selama menjalani perawatan. Korban sempat dirawat di Hospital Sultan Ismail Johor Bahru sejak 22 November hingga 16 Desember 2025.

Pada 17 Desember 2025, KJRI Johor Bahru memfasilitasi pemindahan Ahmad Saihu dari Malaysia ke Indonesia untuk melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam. Selama masa perawatan di Batam, kondisi korban terus dipantau hingga dinyatakan memungkinkan untuk dipulangkan ke daerah asal.

Pemulangan ke Lombok dilakukan menggunakan pesawat Super Air Jet IU 778 rute Batam–Lombok dan tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL) pada pukul 21.30 WITA. Ahmad Saihu dipulangkan dengan pendampingan tenaga medis yang terdiri dari satu dokter dan dua perawat dari Rumah Sakit Kemuliaan Batam.

Setibanya di Lombok, Disnakertrans NTB memfasilitasi penjemputan menggunakan ambulans dari Baznas NTB. Selanjutnya, Ahmad Saihu langsung dibawa ke RSUD Soedjono Selong untuk menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan.

Plt. Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertrans NTB, M. Anang Yusran, S.Psi., M., menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi PMI asal NTB, khususnya dalam kasus-kasus darurat yang menyangkut keselamatan dan kemanusiaan.