Pojok NTB – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,01 persen pada Desember 2025 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,26. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram sebesar 3,21 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Sumbawa sebesar 2,78 persen.
Kenaikan inflasi ini didorong oleh meningkatnya harga pada sembilan dari sebelas kelompok pengeluaran. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama dengan kenaikan 3,83 persen, diikuti kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melonjak signifikan hingga 17,76 persen. Sementara itu, penurunan harga terjadi pada kelompok perlengkapan rumah tangga serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), inflasi NTB pada Desember 2025 tercatat 0,72 persen, sedangkan inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) juga berada di angka 3,01 persen.
Di sisi lain, Nilai Tukar Petani (NTP) NTB justru menunjukkan tren positif. Pada Desember 2025, NTP mencapai 134,14, naik 4,50 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 5,76 persen, lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 1,21 persen. Seluruh subsektor pertanian utama mencatat NTP di atas 100, menandakan daya beli petani yang semakin kuat.
Sektor pariwisata NTB pada November 2025 mengalami penurunan secara bulanan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tercatat 41,23 persen, turun dibanding Oktober 2025. Hal serupa terjadi pada hotel nonbintang dengan TPK 27,16 persen. Meski demikian, secara tahunan, tingkat hunian dan rata-rata lama menginap masih menunjukkan peningkatan.
Dari sisi transportasi, jumlah penumpang angkutan laut dan udara pada November 2025 mengalami penurunan secara bulanan akibat faktor cuaca dan berkurangnya frekuensi penerbangan. Namun, secara tahunan, aktivitas transportasi udara dan laut menunjukkan tren meningkat seiring bertambahnya jumlah penerbangan dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, kinerja ekspor NTB mencatat lonjakan signifikan. Nilai ekspor pada November 2025 mencapai US$ 327,84 juta, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan ini didorong oleh ekspor komoditas tambang dalam bentuk konsentrat. Negara tujuan utama ekspor NTB antara lain Tiongkok, Swiss, dan Jepang. Nilai impor juga meningkat, terutama untuk bahan baku dan penolong yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.
Secara keseluruhan, perekonomian NTB pada akhir 2025 menunjukkan dinamika yang beragam. Tekanan inflasi masih terjaga, daya beli petani menguat, sementara sektor pariwisata dan transportasi menghadapi penyesuaian pasca-event besar dan faktor cuaca, dengan ekspor menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.












