Pojok NTB — Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang manajemen risiko melalui kegiatan Pelatihan dan Uji Kompetensi Skema Manajemen Risiko/Certified Risk Officer (CRO) yang berlangsung pada 10–12 Agustus 2026 di Jakarta.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Lembaga Kami Kompeten Indonesia bekerja sama dengan LSP Pasar Modal, dengan diikuti 15 peserta yang berasal dari unit kerja LPM UIN Sumut.
Pelatihan dan uji kompetensi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan peserta dalam mengidentifikasi, menganalisis, mengendalikan, serta memantau berbagai risiko yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan organisasi.
Ketua LPM UIN Sumut, Prof. Dr. Muhammad Yafiz, M.Ag., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program peningkatan kompetensi tersebut. Penguatan kompetensi manajemen risiko dinilai penting untuk mendorong tata kelola organisasi yang lebih terukur, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Materi pelatihan disampaikan oleh Putri Ayu Erikusuma Wardhani, S.TP., CRP., RTA, yang memberikan pembekalan kepada peserta mengenai prinsip dan penerapan manajemen risiko sesuai dengan kebutuhan kompetensi yang dipersyaratkan.
Selain pelatihan, peserta juga mengikuti proses uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor dari LSP Pasar Modal yang terlisensi BNSP, yaitu Djony Sianty dan Hendi Tarihoran. Proses asesmen dilakukan untuk mengukur kompetensi peserta berdasarkan standar dan bukti kompetensi yang dipersyaratkan dalam skema Manajemen Risiko/Certified Risk Officer.
Direktur Kami Kompeten Indonesia, Dr. (c). Ivan Suaidi, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi kompetensi bukan sekadar proses memperoleh sertifikat, tetapi merupakan bagian dari penguatan profesionalisme dan pengakuan terhadap kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas sesuai standar kompetensi.
“Kompetensi harus dibuktikan melalui proses pembelajaran, pengalaman, dan asesmen yang objektif. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami konsep manajemen risiko, tetapi juga mampu menerapkannya dalam lingkungan kerja,” ujar Ivan.
Menurutnya, penerapan manajemen risiko menjadi semakin relevan di tengah tuntutan organisasi untuk mampu menghadapi ketidakpastian, perubahan lingkungan kerja, serta berbagai potensi risiko operasional dan strategis.
Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga sertifikasi tersebut juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan, lembaga pelatihan, dan lembaga sertifikasi kompetensi dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang profesional.
Dengan mengikuti rangkaian pelatihan dan uji kompetensi, 15 peserta dari LPM UIN Sumut diharapkan memiliki penguatan kapasitas dalam menjalankan fungsi manajemen risiko serta mampu berkontribusi terhadap peningkatan tata kelola dan mutu organisasi.












