Pojok NTB – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan hidup, mulai dari penghijauan hingga penanganan sampah. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan yang difasilitasi Gubernur NTB dan dihadiri para bupati serta wali kota se-NTB.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Mohammad Jumhur Hidayat, mengatakan pertemuan tersebut membahas rapor kondisi lingkungan hidup di NTB sekaligus menyusun langkah konkret untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi daerah.
Menurutnya, salah satu fokus utama adalah memperkuat program penghijauan dan pemulihan kawasan resapan air guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Ia menjelaskan, sebagian besar bencana yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh aktivitas manusia, seperti kerusakan daerah tangkapan air dan meningkatnya erosi, sehingga upaya pemulihan lingkungan harus segera dilakukan.
Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius pemerintah. Jumhur menegaskan penanganan sampah di NTB akan disesuaikan dengan kondisi dan kearifan lokal masyarakat di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa agar program berjalan lebih efektif.
“Kita memiliki strategi yang disesuaikan dengan kearifan lokal daerah. Targetnya, persoalan sampah bisa diselesaikan 100 persen dalam waktu dua tahun,” ujarnya.
Meski target penuh ditetapkan dalam dua tahun, Menteri optimistis perubahan signifikan sudah mulai terlihat dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan. Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat mampu mewujudkan lingkungan NTB yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.












