“Hidden Gem Hijau di Sekotong” Pesona Ekowisata Mangrove Bagek Kembar yang Wajib Dikunjungi

Pojok NTB – Di tengah populernya pantai-pantai eksotis di kawasan Sekotong, Lombok Barat, terdapat destinasi alam yang menawarkan pengalaman berbeda, yakni Regional Ecotourism Mangrove Bagek Twins (Twins). Tempat ini menjadi salah satu wisata alam favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati ketenangan hutan mangrove sambil belajar tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Berlokasi di Desa Cendi Manik, Kecamatan Sekotong Tengah, kawasan ini menawarkan panorama hutan bakau yang asri dengan jalur tracking kayu yang membelah area mangrove. Dari atas jembatan tersebut, pengunjung bisa menikmati suasana tenang, melihat burung-burung liar, hingga menikmati sunset yang memantul di antara pepohonan bakau.

Selain menjadi tempat wisata, kawasan ini juga dikenal sebagai pusat edukasi lingkungan berbasis masyarakat. Pengelola lokal aktif mengembangkan konsep wisata berkelanjutan agar ekosistem mangrove tetap terjaga sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Penelitian dari Universitas Diponegoro dalam Journal of Marine Research menyebut kawasan mangrove di Desa Cendi Manik memiliki potensi ekowisata yang sangat baik dengan indeks kesesuaian wisata mencapai 87,33 persen. Penelitian tersebut juga menemukan 15 jenis mangrove, 15 jenis makrozoobenthos, dan 12 jenis burung yang hidup di kawasan ini.

Bahkan, studi terbaru dari Universitas Mataram mengungkap nilai ekonomi jasa lingkungan mangrove Bagek Kembar mencapai sekitar Rp963 juta per tahun. Nilai tersebut berasal dari sektor wisata, perlindungan pantai, penyerapan karbon, hingga perikanan masyarakat pesisir.

Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi habitat penting berbagai jenis burung. Penelitian Bioscientist Journal mencatat sedikitnya 57 spesies burung ditemukan di kawasan mangrove Bagek Kembar, terutama di area mangrove alami yang masih rapat dan terjaga. Potensi ini membuat kawasan tersebut cocok dikembangkan sebagai wisata pengamatan burung atau birdwatching.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, perjalanan menuju kawasan ini memakan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Kota Mataram. Akses jalannya cukup baik dan bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Selain menikmati suasana alam, wisatawan juga dapat mencoba aktivitas menyusuri mangrove menggunakan perahu tradisional, berburu foto estetik, hingga menikmati kuliner laut khas Sekotong di sekitar kawasan wisata

Keunikan utama Ekowisata Mangrove Bagek Kembar terletak pada perpaduan wisata alam, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Tempat ini cocok bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Lombok yang lebih tenang, alami, dan jauh dari keramaian wisata mainstream.