Kinerja Q1 2026 AMMAN Solid, Laba Bersih Tembus US$163 Juta

Pojok NTB – PT Amman Mineral Internasional Tbk mencatatkan kinerja kuat pada kuartal pertama 2026 dengan operasional yang berjalan sesuai rencana, mulai dari sektor pertambangan hingga pemurnian.

Perusahaan membukukan produksi konsentrat sebesar 167.792 metrik ton kering, yang mengandung sekitar 101 juta pon tembaga dan 136.115 ons emas. Sementara itu, produksi katoda tembaga mencapai 27.670 ton dan emas murni sebesar 66.209 ons.

Dari sisi keuangan, AMMAN mencatatkan penjualan bersih sebesar US$808 juta. EBITDA tercatat US$508 juta dengan margin 63%, sedangkan laba bersih mencapai US$163 juta dengan margin 20%. Capaian ini menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan Q1 2025, yang sebelumnya mencatatkan rugi bersih.

Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, menyatakan bahwa kinerja positif ini didorong oleh kembali dibukanya ekspor konsentrat, harga komoditas yang lebih tinggi, serta peningkatan efisiensi operasional.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis,” ujarnya.

Dari sisi operasional, volume material yang ditambang mencapai 56 juta ton, dengan lonjakan signifikan pada bijih segar dari 1 juta ton pada Q1 2025 menjadi 38 juta ton pada Q1 2026. Kadar tembaga meningkat menjadi 0,53%, sementara kadar emas naik menjadi 0,54 gram per ton.

Produksi konsentrat juga melonjak 110% secara tahunan (YoY), dengan produksi tembaga naik 173% dan emas meningkat hingga 321%.

Meski demikian, produksi smelter belum mencapai tingkat optimal akibat adanya pemeliharaan rutin serta penyesuaian operasional. Tingkat produksi rata-rata tercatat 50% untuk katoda tembaga dan 46% untuk emas murni.

AMMAN juga tengah melanjutkan sejumlah proyek strategis, termasuk ekspansi pabrik konsentrator dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), guna meningkatkan efisiensi energi dan daya saing biaya.

Di tengah tantangan global, termasuk ketidakpastian geopolitik dan kenaikan biaya energi, perusahaan tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang komoditas tembaga dan emas.

Dengan posisi sebagai produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia serta model bisnis yang telah terintegrasi dari tambang hingga pemurnian, AMMAN dinilai berada pada jalur yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Penulis: HayyanEditor: Hayyan