Pojok NTB – Permasalahan pembuangan sampah liar di kawasan Pasar Cakranegara, Kota Mataram, menuai keluhan dari para pedagang. Mereka menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram belum mengambil tindakan tegas meski masalah ini telah berlangsung lama.
Felicia Altaira, pemilik Toko Lenny, mengungkapkan bahwa aksi pembuangan sampah sembarangan terjadi hampir setiap hari, terutama pada malam hingga subuh.
“Sudah terjadi bertahun-tahun lamanya, setiap malam atau subuh orang-orang yang entah dari mana datang membuang sampah mereka ke depan toko saya dan toko lain di sekitar pasar ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sampah yang dibuang tidak hanya dalam jumlah besar, tetapi juga beragam jenisnya, termasuk bangkai hewan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar menjadi kotor dan menimbulkan bau menyengat.
“Sampah yang dibuang bahkan tidak sedikit, banyak macamnya seperti bangkai hewan dan lainnya, menyebabkan jalan di depan toko kami sangat bau dan pembeli merasa tidak nyaman,” lanjutnya.
Felicia menambahkan, hingga kini para pedagang tidak mengetahui alasan pasti mengapa lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar. Ia memperkirakan masalah ini sudah terjadi lebih dari satu dekade.
“Pembuangan sampah sembarangan ini sudah terjadi bertahun-tahun, bahkan perkiraan lebih dari 10 tahun,” katanya.
Berbagai upaya pengaduan telah dilakukan oleh pedagang kepada pihak pengelola pasar maupun Pemkot Mataram. Namun, menurut Felicia, laporan tersebut belum mendapat respons yang memadai.
“Pengaduan ke kepala pasar sudah berkali-kali, tapi tidak diindahkan. Pejabat Pemkot juga menyebut ada kendala di TPA Kebun Kongok,” ungkapnya.
Para pedagang pun berharap adanya tindakan nyata dari pihak berwenang untuk menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung lama ini.
“Harapan kami, pihak yang berwenang bisa menanggapi dan menyelesaikan masalah ini yang sudah terjadi bertahun-tahun,” tutup Felicia.












