Pojok NTB – Konsulat Jenderal Jepang, Miyakawa Katsutoshi, melakukan kunjungan resmi perdananya ke Nusa Tenggara Barat dalam rangka menjajaki peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.
Dalam kunjungan tersebut, Miyakawa bertemu dengan pemerintah daerah dan berdiskusi mengenai potensi kolaborasi, mulai dari pariwisata, tenaga kerja, energi, hingga industri.
“Ini kunjungan resmi pertama saya ke NTB. Kami ingin memahami potensi yang ada di sini dan bertukar pandangan dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah kerja Konsulat Jepang mencakup Bali, NTB, dan NTT, sehingga NTB menjadi salah satu daerah penting untuk dijajaki kerja samanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menyampaikan bahwa kunjungan ini masih dalam tahap penjajakan awal.
“Beliau ingin memahami dulu potensi NTB, baik di sektor pariwisata, tenaga kerja, maupun energi. Ini menjadi langkah awal untuk melihat peluang kerja sama ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, salah satu peluang yang mulai dibahas adalah kerja sama antar daerah atau sister province, seperti yang telah dilakukan beberapa provinsi lain di Indonesia dengan Jepang.
“Kami sudah sempat membicarakan kemungkinan kerja sama sister province. Ini peluang yang bisa dikembangkan untuk membangun NTB bersama mitra dari Jepang,” tambahnya.
Selain itu, Jepang juga menunjukkan ketertarikan pada potensi kelautan dan jalur ekspor NTB. Hal ini dinilai penting untuk mendukung pengembangan ekonomi daerah ke depan.
Di sektor pariwisata, perbedaan jumlah wisatawan Jepang antara Bali dan NTB juga menjadi perhatian. Saat ini, jumlah warga Jepang yang tinggal di NTB masih relatif sedikit dibandingkan Bali.
“Beliau melihat ada perbedaan signifikan, sehingga ingin mengetahui apa yang membuat NTB berbeda dan bagaimana potensinya bisa dikembangkan,” kata Nelly.
Ke depan, hasil kunjungan ini akan menjadi dasar pembahasan lebih lanjut dengan pemerintah Jepang untuk menentukan bentuk kerja sama yang konkret dan saling menguntungkan.












