Pojok NTB – Dua menteri Kabinet Indonesia, yakni Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf dan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI Yandri Susanto, kompak memberikan apresiasi terhadap program “Desa Berdaya” yang digagas Pemerintah Provinsi NTB dalam Musrenbang NTB 2026 di Mataram, Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Mensos menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaan. Ia menyebut, perencanaan yang matang dapat menyumbang hingga 50 persen keberhasilan sebuah program pembangunan.
“Kalau perencanaan sudah baik, setidaknya kita sudah mengantongi separuh keberhasilan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, program yang terhubung dan terintegrasi akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan sosial dan menurunkan angka kemiskinan.
Mensos turut mengapresiasi arah pembangunan yang dirancang Pemerintah Provinsi NTB. Ia menilai program-program yang disusun telah memiliki target yang jelas, mulai dari optimalisasi potensi daerah, peningkatan pendapatan, hingga perbaikan tata kelola.
Sementara itu, Menteri Desa Yandri Susanto menegaskan bahwa desa merupakan kunci utama kemajuan daerah. Ia menyebut, upaya menurunkan kemiskinan, meningkatkan ekonomi, dan mengurangi pengangguran sangat bergantung pada kekuatan desa.
“Kunci maju atau tidaknya daerah itu ada di desa. Semua indikator pembangunan berangkat dari sana,” tegasnya.
Yandri juga mengapresiasi program “Desa Berdaya” yang dinilai sejalan dengan program nasional pembangunan desa. Ia menjelaskan, Kementerian Desa saat ini mendorong berbagai program seperti desa wisata, desa ekspor, hingga desa tematik berbasis potensi lokal, seperti pertanian, perikanan, dan peternakan.
Menurutnya, penguatan desa tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat rantai pasok kebutuhan pangan yang berasal dari desa.
“Semua kebutuhan dasar masyarakat sejatinya bisa dipenuhi dari desa. Jika ini berjalan, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Kedua menteri tersebut sepakat bahwa kolaborasi dan integrasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Dengan sinergi yang kuat, mereka optimistis NTB dapat berkembang menjadi provinsi yang maju, mandiri, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.












