Pojok NTB – Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka anak tidak sekolah (ATS) melalui berbagai langkah strategis, termasuk verifikasi dan validasi data secara menyeluruh.
Kepala Dikpora NTB, Syamsul Hadi, menyampaikan bahwa penanganan ATS menjadi bagian dari target kerja yang akan terus didorong ke depan.
“Kami punya komitmen untuk menurunkan angka anak tidak sekolah. Upaya-upaya sudah dilakukan dan mulai terlihat,” ujarnya.
Menurut Syamsul, salah satu langkah penting adalah memastikan keakuratan data melalui verifikasi dan validasi langsung di lapangan. Ia menilai, persoalan anak tidak sekolah bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga melibatkan berbagai aspek sosial di masyarakat.
“Masalah ini bukan hanya urusan sekolah atau pemerintah, tetapi juga berkaitan dengan masyarakat, budaya, dan berbagai faktor lainnya,” jelasnya.
Karena itu, Dikpora NTB akan mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menangani persoalan tersebut secara komprehensif.
Terkait wacana pembentukan satuan tugas (satgas), Syamsul menyebut hal itu masih dalam tahap kajian dan belum menjadi keputusan final.
“Kita pelajari dulu. Itu penting, tetapi harus dikaji secara matang,” katanya.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis data yang valid, Dikpora NTB optimistis upaya menekan angka anak tidak sekolah dapat berjalan lebih efektif ke depan.












