Baru 3 Hari Menjabat, Kadis Dikpora NTB Akui Belum Kuasai Data Anak Putus Sekolah

Pojok NTB – Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) Provinsi NTB, Syamsul Hadi, mengakui dirinya belum sepenuhnya memahami data terkait anak tidak sekolah (ATS) di NTB yang disebut mencapai angka puluhan ribu.

Pengakuan itu disampaikan Syamsul saat dimintai tanggapan terkait angka anak putus sekolah yang sebelumnya ramai diperbincangkan. Ia menegaskan, sebagai pejabat baru, dirinya masih dalam tahap orientasi dan belum ingin memberikan pernyataan yang berpotensi keliru.

“Saya belum tahu. Saya ini orang baru, baru tiga hari bekerja. Jadi harus saya pelajari dulu, jangan sampai saya menjawab sembarangan,” ujarnya.

Syamsul menambahkan, dirinya masih mempelajari berbagai regulasi, termasuk peraturan presiden (perpres) yang berkaitan dengan penanganan anak tidak sekolah.

Ia juga menolak memberikan jawaban spekulatif terkait kemungkinan pembentukan satuan tugas (satgas) untuk menangani persoalan tersebut. Menurutnya, semua kebijakan harus dikaji secara matang sebelum diputuskan.

“Segala aturan harus saya pelajari dulu. Jadi mohon waktu, jangan saya didesak untuk menjawab sesuatu yang belum saya pahami sepenuhnya,” tegasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa proses adaptasi pimpinan baru di lingkungan Dikpora NTB masih berlangsung, di tengah sorotan publik terhadap tingginya angka anak tidak sekolah di daerah tersebut.