Pojok NTB – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Stellio Utama Indonesia dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan energi dari sampah.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi NTB, Syamsuddin, mengungkapkan bahwa kerja sama ini merupakan langkah awal dalam penjajakan pengolahan waste to energy atau konversi sampah menjadi energi terbarukan.
“Perusahaan ini berasal dari Belanda dan akan bekerja sama dengan Danantara. Untuk tahap awal, intervensi difokuskan di Pulau Lombok,” jelasnya.
Dalam rencana tersebut, sekitar 1.000 ton sampah per hari akan diolah menjadi energi. Proyek ini juga mencakup pembangunan beberapa pabrik pengolahan sampah dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp3 triliun.
Syamsuddin menambahkan, masa berlaku MoU ini adalah dua tahun dan dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak.
Ia berharap, kerja sama ini mampu menjadi solusi konkret atas persoalan sampah di NTB, khususnya di Pulau Lombok yang selama ini masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan dan pemilahan sampah.
“Selama ini, sampah kita belum terolah dan terpilah dengan baik. Melalui kerja sama ini, kita berharap sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga bisa diubah menjadi sumber energi listrik yang bermanfaat,” ujarnya.
Kerja sama dengan PT Stellio Utama Indonesia ini menjadi langkah perdana Pemerintah Provinsi NTB dalam mengembangkan energi terbarukan berbasis sampah.












