Pojok NTB – Dalam pengembangan pariwisata, Kepada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatuf NTB, Ahmad Nur Aulia menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Justru, pelaku usaha dan sektor swasta harus menjadi motor utama.
Ia menyoroti bahwa keuntungan terbesar dari pariwisata justru dinikmati oleh pelaku usaha. Karena itu, mereka harus lebih aktif memberikan masukan, inovasi, bahkan berani mengambil peran lebih besar.
“Tidak cukup hanya bertanya atau menunggu. Pelaku juga harus ikut menentukan arah,” tegasnya.
Ia mencontohkan kegiatan seperti travel mart yang mampu menghasilkan perputaran uang hingga miliaran rupiah. Dalam konteks ini, investasi ratusan juta untuk event bukanlah masalah bagi pelaku usaha.
Namun yang perlu dibangun adalah ekosistem yang sehat, di mana pemerintah berperan sebagai fasilitator, sementara swasta menjadi penggerak utama.
Menurutnya konsep ini diyakini dapat mempercepat pertumbuhan pariwisata NTB, jika kolaborasi berjalan dengan baik.












