Pojok NTB – Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, mengajak para pelaku usaha yang tergabung dalam Kadin untuk mengubah cara pandang terhadap kondisi ekonomi global. Menurutnya, krisis bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti, melainkan peluang yang harus dimanfaatkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya pada pelantikan pengurus Kadin NTB, Iqbal mengatakan dunia kini memasuki era baru yang penuh ketidakpastian. Karena itu, pelaku usaha harus mulai menganggap krisis sebagai kondisi yang normal dan menyesuaikan strategi bisnis agar tetap mampu bertahan.
“Jangan fokus pada krisisnya, tetapi fokuslah pada peluang yang lahir dari krisis itu. Krisis adalah kesempatan terbaik untuk berpikir dengan cara baru,” ujarnya.
Iqbal menilai Kadin memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ekonomi kerakyatan. Ia berharap organisasi tersebut menjadi garda terdepan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat pelaku usaha kecil dan menengah.
Di tengah gejolak ekonomi nasional dan global, Iqbal menyebut NTB justru menunjukkan tren yang positif. Saat dirinya mulai menjabat pada Maret 2025, pertumbuhan ekonomi NTB masih berada di angka minus 1,47 persen. Namun secara bertahap, kondisi tersebut berhasil berbalik hingga pada triwulan II tahun 2026 pertumbuhan ekonomi NTB telah menembus lebih dari 13 persen.
Menurutnya, yang paling membanggakan bukan hanya tingginya angka pertumbuhan tersebut, tetapi karena pertumbuhan itu ditopang oleh sektor pertanian dan pariwisata yang sama-sama tumbuh dua digit. Kedua sektor itu menjadi sumber penghidupan sekitar separuh masyarakat NTB sehingga dinilai mampu menciptakan pertumbuhan yang lebih merata dan berkelanjutan.
Iqbal juga mengungkapkan kesejahteraan petani NTB terus mengalami peningkatan. Nilai Tukar Petani (NTP) NTB saat ini mencapai 131, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 127. Sementara Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian juga telah mencapai 135, yang menunjukkan sektor pertanian di NTB semakin menguntungkan bagi pelaku usaha.
Melihat kondisi tersebut, Gubernur mendorong para pengusaha untuk mulai melirik sektor pangan sebagai ladang investasi baru. Menurutnya, peluang besar terbuka di bidang pertanian, perikanan, agroforestri, agromaritim hingga industri garam yang selama ini belum banyak digarap oleh investor lokal.
“Kita punya potensi garam dengan kualitas sangat tinggi, tetapi yang serius menggarap justru masih petani. Pengusaha NTB harus mulai masuk ke sektor pangan karena ini sangat menjanjikan, dan pemerintah provinsi siap memberikan dukungan,” tegasnya.
Selain itu, Iqbal juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disubsidi pemerintah. Ia menilai masih banyak pengusaha yang sebenarnya memenuhi syarat memperoleh KUR, namun justru memilih pembiayaan komersial dengan bunga yang lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, Iqbal mendorong Kadin memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi modern berbasis koperasi multipihak. Model tersebut dinilai mampu menghubungkan seluruh rantai pasok, mulai dari produsen, perbankan, pembeli hingga pelaku usaha, sehingga menciptakan ekosistem bisnis yang lebih kuat dan berdaya saing.
“Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya tinggi, tetapi juga berkelanjutan dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Kuncinya adalah kepastian, kolaborasi, dan keberanian melihat peluang di tengah tantangan,” pungkasnya.












