Prabowo Resmikan Bendungan Meninting, Ajak Seluruh Pemimpin Bersatu dan Berantas Korupsi

Pojok NTB – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Dalam kesempatan itu, Prabowo tidak hanya meresmikan bendungan, tetapi juga menyampaikan pidato panjang yang menekankan pentingnya persatuan, pemberantasan korupsi, serta pengelolaan kekayaan negara demi kesejahteraan rakyat.

 

Prabowo menegaskan bahwa kemakmuran sebuah bangsa tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus diraih melalui kerja keras dan persatuan seluruh elemen bangsa, terutama para pemimpinnya.

“Kemakmuran tidak jatuh dari langit. Kemakmuran adalah hasil kerja besar, kerja keras, dan kerja bersatu. Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang bersatu, terutama para pemimpin dan elitnya,” ujar Prabowo.

Ia mengajak seluruh pemimpin di Indonesia untuk memiliki sikap lapang dada dan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Menurut Prabowo, Bendungan Meninting merupakan bagian dari lima bendungan yang diresmikan secara serentak dengan total investasi negara mencapai Rp9,79 triliun. Ia menyebut keberadaan lima bendungan tersebut diproyeksikan mampu meningkatkan produksi pangan nasional hingga 1 juta ton beras berkat dukungan teknologi pertanian dan benih unggul.

Presiden juga menyinggung keberhasilan pemerintah meluncurkan program biodiesel B50, yang menurutnya menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di dunia yang memproduksi solar dengan campuran 50 persen minyak kelapa sawit.

“Dengan B50 kita mulai menghentikan impor solar. Negara diperkirakan bisa menghemat sekitar Rp170 triliun. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk membangun lebih banyak bendungan dan infrastruktur yang bermanfaat bagi rakyat,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo kembali menegaskan komitmennya memberantas korupsi. Ia menyebut kebocoran anggaran menjadi salah satu penyebab terhambatnya kemajuan Indonesia.

“Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih ada. Tidak mungkin makmur kalau masih banyak kebocoran. Setiap rupiah uang rakyat harus kembali untuk rakyat,” tegasnya.

Prabowo juga mengungkapkan pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap badan usaha milik negara (BUMN). Menurutnya, ratusan BUMN yang dinilai tidak efisien dan terus merugi mulai ditutup sebagai bagian dari langkah efisiensi anggaran.

Selain itu, ia menegaskan pemerintah mempertahankan sejumlah industri strategis nasional, seperti PT PAL, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia, agar tidak jatuh ke tangan asing. Bahkan, kata dia, sejumlah perusahaan tersebut mulai menunjukkan perkembangan positif, termasuk memperoleh kontrak dari luar negeri.

Di sektor pangan, Prabowo mengklaim Indonesia telah mencatat berbagai capaian penting, mulai dari surplus beras dan jagung hingga penurunan harga pupuk. Ia optimistis Indonesia akan berkembang menjadi salah satu lumbung pangan dunia.

“Saya yakin Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia. Dari negara yang dulu banyak mengimpor pangan, sekarang kita mulai mengekspor ke berbagai negara,” ujarnya.

Menutup pidatonya, Prabowo berpesan kepada seluruh kepala daerah, mulai dari gubernur, bupati hingga wali kota, agar menjalankan pemerintahan dengan mengutamakan kepentingan rakyat.

“Cintai rakyatmu, urus rakyatmu. Jangan mencari kekayaan di atas penderitaan rakyat kecil. Pemimpin hadir untuk melayani rakyat, bukan membuat rakyat semakin susah,” tutup Prabowo.