Pojok NTB – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak di Indonesia pada Jumat (10/7), dengan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dipilih sebagai lokasi utama peresmian nasional.
Menteri Pekerjaan Umum, Doddy Hanggodo, mengatakan peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting dan dilakukan secara virtual dengan empat bendungan lainnya yang berada di Aceh, Bali, dan Jawa Tengah.
“Pusat peresmiannya di sini (Bendungan Meninting). Nanti akan dilakukan zoom dengan empat bendungan lainnya,” ujar Doddy.
Menurutnya, pembangunan bendungan tidak hanya berfokus pada penyimpanan air, tetapi juga memastikan air yang ditampung dapat dimanfaatkan secara optimal bagi masyarakat.
“Yang penting sebenarnya bagaimana air yang sudah kita tampung itu bisa mengalir sampai sawah yang terjauh dan juga bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sekitar. NTB ini kan termasuk daerah yang relatif kering, sehingga keberadaan bendungan sangat penting,” katanya.
Doddy menegaskan, setiap bendungan yang dibangun pemerintah kini wajib dilengkapi dengan jaringan irigasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan sektor pertanian.
“Kalau sekarang semua bendungan wajib memiliki jaringan irigasi. Panjangnya berbeda-beda, ada yang lima kilometer, ada yang puluhan kilometer, tergantung kebutuhan dan lokasi sawah yang akan dialiri,” jelasnya.
Khusus untuk Bendungan Meninting, ia menyebut jaringan irigasi menuju wilayah Lombok Barat telah rampung dibangun. Sementara jaringan yang akan mengaliri lahan pertanian di Lombok Tengah masih dalam tahap persiapan.
“Untuk Meninting, jaringan irigasi ke Lombok Barat sebenarnya sudah selesai. Yang sedang kami siapkan sekarang adalah jaringan yang akan mengairi wilayah Lombok Tengah,” ungkap Doddy.
Dengan beroperasinya Bendungan Meninting beserta jaringan irigasinya, pemerintah berharap pasokan air untuk pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat di Pulau Lombok semakin terjamin, sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Barat.










