Pojok NTB – Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan program bantuan rumah layak huni tepat sasaran. Fokus utama diarahkan kepada keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan bahwa hingga saat ini telah tercatat 51.184 kepala keluarga (KK) dalam aplikasi SiBARU, yang tersebar di 1.008 desa di seluruh NTB. Data tersebut mencakup masyarakat pada kategori desil 1 hingga desil 4.
Namun, dari jumlah tersebut, hanya 222 KK miskin ekstrem yang berada di 40 Desa Berdaya (Desa Transformatif). Hal ini menunjukkan masih banyak keluarga miskin ekstrem yang berada di luar desa-desa tersebut dan perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Kami berharap pemerintah kabupaten/kota segera menginput sisa 4.803 KK miskin ekstrem agar dapat diakomodasi dalam program bantuan, baik tahun ini maupun pada anggaran tahun depan,” ujar Baiq Nelly.
Ia menjelaskan, sekitar 8.000 usulan bantuan rumah saat ini memang sudah masuk dalam sistem, namun belum seluruhnya diverifikasi. Setelah proses verifikasi dilakukan, diperkirakan akan ada data yang tidak memenuhi syarat sehingga diperlukan pemutakhiran dan pencocokan data secara menyeluruh.
Menurutnya, validitas data menjadi kunci agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang paling membutuhkan. Karena itu, Bappeda meminta seluruh pihak, termasuk Balai Perumahan dan pemerintah kabupaten/kota, untuk terus berkoordinasi dan tidak hanya mengandalkan data yang masuk melalui aplikasi.
Baiq Nelly juga menegaskan arahan Pemerintah Provinsi NTB agar keluarga miskin ekstrem pada desil 1 menjadi prioritas utama sebelum bantuan diperluas kepada kelompok desil lainnya.
“Harapan Ibu Wakil Gubernur dan kami di Bappeda, desil 1 harus diselesaikan terlebih dahulu di masing-masing kabupaten/kota. Pastikan mereka diinput dan diverifikasi agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Melalui pemutakhiran data dan sinergi antarinstansi, Pemprov NTB berharap program rumah layak huni dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.












