Pojok NTB – Keluhan mengenai tumpukan sampah di sepanjang jalur Bypass Bandara Lombok kembali mencuat. Kondisi tersebut dinilai mencoreng citra Pulau Lombok sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia, terutama karena jalan tersebut merupakan gerbang utama yang dilalui wisatawan dari dan menuju bandara.
Salah seorang warga, Salmi Ayu Widi, mengaku prihatin melihat banyaknya sampah yang berserakan di sepanjang jalur tersebut. Menurutnya, pemandangan itu memberikan kesan pertama yang kurang baik bagi wisatawan yang baru tiba di Lombok.
“Kenapa sepanjang Jalan Bypass Bandara itu banyak sampah? Padahal itu merupakan gerbang masuk dan keluar Pulau Lombok. Wisatawan tentu akan melihat kondisi ini begitu mereka sampai di Lombok,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah maupun Pemerintah Provinsi NTB, lebih serius menangani persoalan kebersihan di kawasan tersebut. Menurutnya, penanganan sampah harus menjadi perhatian utama mengingat sektor pariwisata menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Salmi juga menilai jumlah petugas kebersihan perlu ditambah agar sampah tidak terus menumpuk di sepanjang jalan utama menuju bandara.
“Harapannya semoga Pemkab Lombok Tengah dan Pemprov lebih concern terhadap masalah sampah ini. Petugas kebersihan diperbanyak agar Lombok bersih, rapi, dan hijau. Kalau sudah begitu, wisatawan akan semakin banyak datang ke Lombok dan ekonomi daerah bisa ikut berputar,” tambahnya.
Keluhan ini menjadi pengingat penting bahwa kebersihan lingkungan merupakan bagian dari wajah sebuah destinasi wisata. Dengan penanganan yang lebih maksimal, masyarakat berharap citra Lombok sebagai daerah wisata kelas dunia tetap terjaga dan memberikan kesan positif bagi setiap pengunjung yang datang.












